oleh

Penanganan DAM Gambiran, Petani 3 Desa Menilai Lambat

banner 300250

Harianmerdekapost.com Jatim, Lumajang – Penanganan dam Gambiran yang berada di Kelurahan Rogotrunan Kecamatan Lumajang di nilai sangat lambat untuk penangananya, pasalnya beberapa petani yang ada di 3 desa mengeluh air untuk lahan sawahnya, 300 hektar sawah yang butuh air , 8 bulan berjalan setelah Bencana jebolnya DAM Gambiran. sebagian petani mengairi sawah dengan sumur bor menggunakan diesel, sangat di sesalkan petani untuk 1 hektar sawah harus merogoh kocek 3juta rupiah, itupun memakan waktu 3 hari 3 malam.

Bupati Lumajang Thoriqul Hag saat mengunjungi Dam Gambiran 5 Juli 2021 menjelaskan di depan Kelompok tani , sudah di usulkan kepada BPBD propinsi, seperti yang di beritakan Harianmerdekapost.com sebelumnya , akan di usahakan sekitar bulan Agustus 2021.



banner 300250

Indra W Leksana Kepala pelaksana BPBD kabupaten Lumajang saat di konfirmasi via Whataaps menerangkan terkait Pelaksanaan Penanganan Dam Gambiran 2/9/2021 menemui Kalaksa BPBD Jawa Timur yang ada di Jember beserta Rombongan Gubernur Jawa timur yang saat itu Kunjungan kerja di jember.

” Sudah di handle PSDA Bima dan sudah di siapkan, doakan sesegera mungkin, hari ini saya ke Jember koordinasi dengan Kalaksa BPBD propinsi”, terangnya.

Lebih lanjut, Indra menerangkan 08/9/2021 terkait penanganan Dam Gambiran , merasa tidak terkesan Lambat petani di minta untuk bersabar dan berharap proposal segera di acc oleh propinsi.

” Tidak terkesan lambat,
Memang lambat, kita di minta untuk sabar dalam ketidaksabaran,
Semoga proposal segera di ACC oleh Propinsi”, jelasnya.

Tapi berbeda lagi dengan Salah satu ketua kelompok tani desa Boreng ,Lutfi firdaus , menjelaskan terkait penanganan Dam Gambiran dan Berharap untuk segera di Tanggapi jeritan petani karena 8 bulan sawahnya tidak teraliri air dari sungai.

” Kami Para petani sudah sabar sekali menunggu.Bulan Juni kami ke pendopo Bupati Lumajang Untuk mengadu keadaan sawah kami , tapi sampai saat ini masih belum realisasi, petani jangan di kasih angin surga untuk menunggu,”,Jelasnya

Berbeda lagi dengan DD Initial salah satu korban Banjir desa Sumberejo yang berada di kaplingan tepi sungai , Bahwa setiap hujan tidak bisa tenang takut kejadian bulan Febuari.

” Kami selalu was was setiap hujan datang dan trauma dengan kejadian bulan Febuari, kami berharap Dam Gambiran untuk segera di tangani oleh pemerintah “, terangnya. (AN).

banner 300250

banner 300250

banner 300250

WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(1)(1)(2)
WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(2)(1)
IMG-20211013-WA0008
WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(1)(1)(2) WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(2)(1) IMG-20211013-WA0008


No Slide Found In Slider.

News Feed