PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA KABUPATEN PASURUAN

banner 300250

PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA KABUPATEN PASURUAN

Harianmerdekapost.com, Bangil Pasuruan Jatim Perekonomian belum pulih setelah dilanda Covid-19, sekarang dah mulai lagi serangan covid 19 melanda sektor ekonomi. Usaha yang baru mulai geliat, sekarang dihantui lagi kemacetan usaha yg disebabkan Covid-19. Ini bisa dilihat dari mulainya kegiatan PTM di beberapa sekolahanan yang baru berjalan dihentikan lagi. (16/02/2022)

Para pedagang yang biasanya jualan disekolahan mulai panik lagi, kuatir semua sekolahan kegiatan PTM diberhentikan lagi. Dalam sesi acara tanya jawab, Agus salah satu PKL di lingkungan sekolah, dari paguyuban PKL Beji mengeluhkan beberapa sekolahan sudah mulai menutup akses untuk berjualan di lingkungan sekolahan. Jadi saat ini sudah mulai terasa dagang nya mulai sepi.

Juga ditanyakan apakah ada dana pinjaman dari pemerintah untuk pengembangan ataupun pelatihan usaha .Salah satu anggota wakil rakyat Bapak Muhammad Yusuf Danial dari fraksi PKB Dewan perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Pasuruan (DPRD II) yang data sebagai narasumber, langsung menjelaskan, dengan adanya paguyuban ini saya kira bisa menjadi jembatan ke dinas yang terkait seperti Disperindag. Serta harus dibangun mindset pedagang sekarang tidak harus berjualan dilapak terbuka dipasar, harus ada pemikiran berjualan bisa melalui online.

Bapak Diano selaku kepala Disperindag yang memimpin acara ini, menambah kan akan diusahakan menampung keluhan ini. Acara berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan dengan diikuti protokoler kesehatan .

Acara yang dihadiri perwakilan PKL dari kecamatan Gempol dan Beji. Acara berjalan sangat cair dan semangat, uneg-uneg para pedagang tumbek bleg tanpa ada hambatan. Selain perwakilan PKL kurang lebih 30 orang, acara ini juga mendatangkan pembicara dari anggota DPRD Kabupaten Pasuruan seperti Mas Muhammad Yusuf Daniyal, dan bapak Muhammad Zaini sebagai pembicara.

Selain itu sebagai narasumber juga tampil bapak Nico trisnoprahoro ketua IKM mandiri Jawa Timur saat ditanya awak media mengatakan “Bagaimana mengubah pemikiran para peserta tidak hanya berpikir sebagai pedagang tapi berharap bisa punya berpikir bagaimana bisa juga punya mental pengusaha” tandasnya.

(izz)