oleh

PEMBINAAN GERAKAN PEDULI DAN BUDAYA LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH (GPLHS) / SEKOLAH ADIWIYATA OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KAB. NGAWI

Ngawi, harianmerdekapost.com Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai instansi yang berwenang dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melaksanakan sosialisasi dan pembinaan terhadap sekolah. (Rabu, 11/11/20).

Setiap tahun Dinas Lingkungan Hidup melakukan penjaringan terhadap sekolah SD/MI, SMP/MTs yang sederajat untuk diberikan Penghargaan Adiwiyata Kabupaten sebanyak 10 sekolah.
Hingga tahun 2020 jumlah Sekolah Adiwiyata di Kabupaten sebanyak 47 sekolah baik yang Tingkat Kabupaten, Propinsi, Nasional maupun Mandiri.

Dalam rangka persiapan untuk pengusulan sekolah menjadi Sekolah Adiwiyata Propinsi, Nasional dan Mandiri pada tahun 2021, pada tanggal 11 Nopember 2020 diadakan pembinaan terhadap seluruh Sekolah Adiwiyata yang ada di Kabupaten Ngawi.

Sebanyak 47 sekolah dengan Narasumber dari DLH Prop Jatim Ir. Diyah Larasayu, MM dan Eka Agustina Mukti, ST, M.Si., pembinaan ini dilaksanakan dengan tujuan dapat meningkatkan pemahaman dan persamaan persepsi dengan telah diberlakukannya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 Tentang Gerakan Peduli Dan Berbudaya Lingkungan Hidup Di Sekolah dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 Tentang Penghargaan Adiwiyata.

Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup yaitu sikap dan tindakan Warga Sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Rencana Aksi GPLHS yang disusun 4 tahunan dan 1 tahunan. Sedangkan komponen yang terakhir adalah Pemantauan dan Evaluasi yang merupakan evaluasi terhadap pelaksanaan GPLHS sesuai Rencana Aksi yang telah disusun apakah telah terlaksana semua atau belum.

Bagi sekolah yang telah melaksanakan GPLHS dan memenuhi kriteria penilaian maka akan diberikan Penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia.

Tujuan GPLHS adalah mewujudkan perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup; dan peningkatan kualitas lingkungan hidup GPBLHS.

Acara ini dibuka oleh Supratikmiasih, SKM, M.Si selaku Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hdup Kabupaten Ngawi, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa : “Seiring dengan adanya permasalahan sampah yang menjadi isu dalam decade terakhir khususnya permasalahan sampah plastik dimana Negara Indonesia sebagai penyumbang sampah terbesar kedua di dunia setelah Cina berharap melalui GPLHS ini dapat menumbuhkan karakter warga sekolah khususnya anak didik untuk cinta dan peduli lingkungan hidup dan kedepannya terwujudnya ZERO WASTE di sekolah.” (ANTON)

WhatsApp Image 2020-11-27 at 21.23.40
WhatsApp Image 2020-11-24 at 22.31.54
WhatsApp Image 2020-11-19 at 15.25.59
WhatsApp Image 2020-11-08 at 17.20.03

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed