Pelanggaran Aktivitas Penimbunan Area Konservasi Mangrove Komisi satu Terkesan Tutup mata

banner 300250

Pamekasan, harianmerdekapost.com – Dilakukan penimbunan setu oleh pihak bos Cafe Arya wiraraja di lokasi konservasi mangrove kabupaten Pamekasan di Desa Tlanakan kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan di kecam oleh aktivis LSM lembaga suadaya masyarakat KOMAD (02/03/2020).

Kondisi mangrove di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan khususnya di Desa Tlanakan Kec. Tlanakan Kab. Pamekasan, hal ini di perparah dengan adanya penimbunan sirtu di sekitar lahan konservasi mangrove di kec tlanakkan.
Terkait hal tersebut Ketua Komad datangi kantor DPRD Kab. Pamekasan komisi 1, namun setelah sampai di kantor, tidak ada satu orang dewan pun yang dapat ditemui, menurut keterangan satpol PP yang bertugas “Semua dewan lagi bimtek mas”.

banner 300250

banner 300250

Ketua LSM KOMAD (komunitas monitoring dan advokasi), Zaini werwer menilai kegiatan penimbunan di lahan konservasi mangrove ini melanggar aturan UU no 27 tahun 2007 pasal 35 huruf F dan G bahkan pada huruf l di jelaskan bahwa melakukan pembangunan fisik yang menimbulkan kerusakan lingkungan dan melanggar aturan perundang-undangan walaupun mereka sudah punya SPPT (surat pemberitahuan pajak terhutang).

“Ada sangsi pidana bagi seseorang yang melanggar pasal 35 huruf f dan g di pasal 73 ayat 3 yakni Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)

setiap Orang yang dengan sengaja menggunakan cara dan metode yang merusak Ekosistem mangrove, melakukan konversi Ekosistem mangrove, menebang mangrove untuk kegiatan industri dan permukiman, dan/atau kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf e, huruf f, dan huruf g; “ ujarnya.

Menurut keterangan tokoh setempat yang tidakmau disebut namanya “semua kan pada tahu kalau hutan mangrove adalah pohon yang sengaja ditanam supaya dapat menahan luapan air dan lumpur tidak meluber ke daratan dan dapat menanggulangi bencana alam” tuturnya.

Sementara Anggota DPRD Komisi 1 , Abd Aziz yang mempunyai wilayah konstituennya yakni Dapil 1 yang meliputi kecamatan pamekasan dan tlanakan belum bisa dimintai keterangan.

setelah dari kantor dewan ketua komad mencoba melakukan klarivikasi ke kantor Dinas PU Penataan Ruang Kab. Pamekasan tapi lagi-lagi pihak Dinas tidak ada di tempat. aktivis komad akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Editor red (jurnalis M behri)

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed