Pelaksana Kekuasaan Pemkab Pasuruan Seharusnya Wajib Tanggap Lingkungan, Jangan Hanya Cerdas Dalam Retorika

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Sebagai penyelenggara Pemerintah daerah seharusnya para pelaksana kekuasaan pemerintah kabupaten Pasuruan wajib tanggap atas kondisi lingkungan apalagi suatu masalah yang menjadi keluhan masyarakat kecil baik bupati, camat yang punya wilayah dan kepala dinas terkait.

Seperti contoh masalah Jembatan yang ada di dusun Blimbing desa Bulusari kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan yang pada saat ini dalam kondisi rusak parah yakni dinding penyanggahnya akibat tergerus air hingga berlubang (growak) selebar kurang lebih 3, 5 m.
Posisi jembatan pada area jalan poros kabupaten yang merupakan tanggung jawab dari dinas PU Bina Marga kabupaten Pasuruan selaku penyelenggara jalan.

Dan fungsi jembatan yang ada di dusun Blimbing desa Bulusari itu sangat vital sebagai penghubung beberapa dusun yang ada di wilayah desa Bulusari juga desa yang ada di wilayah kecamatan Gempol.

Jembatan tersebut pada tanggal 24-11-2022 sudah ditinjau oleh sekretaris DPRD kabupaten Pasuruan c/q komisi 2 dan dari BPBD juga dinas PU Bina Marga kabupaten Pasuruan bahkan telah dilakukan pengukuran untuk mengetahui tingkat kerusakannya termasuk kalkulasi istimasi anggaran perbaikan yang dibutuhkan.

Dan berdasarkan investigasi tim media harian merdeka post hari minggu (08-01-2023) ke TKP telah mendapatkan beberapa temuan sesuai fakta di lapangan antara lain, dinding penyanggah jembatan yang tergerus air semakin melebar tidak hanya yang sebelah barat tapi juga yang sebelah timur, sudah masuk pada katagori sangat mengkuatirkan dan berpotensi bisa terjadi ambruk karena sudah dalam posisi nggantung yang bisa menimbulkan dikotomi (masalah baru) adanya beberapa dusun yang menjadi dusun terisolir dan semakin terpuruknya sektor ekonomi bila tidak cepat dilakukan perbaikan baik bagi pelaku usaha mikro dan para pengusaha yang mempunyai usaha di wilayah desa Bulusari dan sekitarnya.

Berdasarkan hasil temuan tersebut diatas penulis meminta kepada bapak Bupati kabupaten Pasuruan untuk secepatnya menginstruksikan kepada kepala dinas PU Bina Marga dan kepala BPBD kabupaten Pasuruan supaya secepatnya melakukan perbaikan jembatan yang berlokasi di dusun Blimbing desa Bulusari kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan yang dalam kondisi dinding penyanggah jembatan yang rusak parah tersebut sebagai bentuk sikap tanggap terhadap kondisi lingkungan dan respon cepat atas keluhan masyarakat.

Pada hari minggu (08-01-2023) jam 10.50 wib tim media harian merdeka post juga menemui salah satu sesepuh dusun Blimbing yang akrab disapa Aba Tohirin untuk meminta komentar , menjelaskan menurut pendapat saya sebagai rakyat kecil seharusnya pejabat pemerintah kabupaten Pasuruan berpola pikir sebelum hujan sedia payung bukan setelah basah kuyup baru sibuk mencari artinya kalau sudah dilapori dan ada wartawan yang memberitakan apalagi pada (24-11-2023) sudah ditinjau PK dewan dan dari dinas terkaitnya sudah ngukur segala ya semestinya harus cepat dilakukan perbaikan jembatan di dusun Blimbing ini pertimbangan sederhananya demi meminimalisir anggaran perbaikannya. Tuturnya!!!.

Ketika awak media meminta tanggapan kepada kepala desa Bulusari HJ Siti Nurhayati tentang kondisi jembatan yang berlokasi di dusun Blimbing yang dinding penyanggah jembatan dalam kondisi rusak parah tersebut ( via saluran seluler) menjelaskan Kami sangat berharap untuk secepatnya diperbaiki oleh Pemkab Pasuruan c/q Dinas terkait karena jembatan di dusun Blimbing itu adalah akses jalan utama bagi warga desa dari dusun -dusun yang ada diatas desa Bulusari juga beberapa desa lain dan kondisi jembatan tersebut sudah menggantung, kalau sampai ambruk nanti gimana nggeh bila tidak cepat diperbaiki.Jelasnya!!!. Bersambung.(Budhi H).