oleh

PASURUAN BICARA, Mencari Solusi dan Aksi Pasca Banjir.

Harianmerdekapost.com Jatim, Pasuruan – Apa dan bagaimana untuk menangani Pasca banjir di Kabupaten Pasuruan, ini jadi topik bahasan di PASURUAN BICARA tanggal 15 Februari 2021.

Jangan sampai kejadian ini terulang lagi di Kabupaten Pasuruan, banjir seperti didaerah sebagian Beji dan perumahan Gempol sudah sering terjadi.
Tapi banjir bandang di Kepulungan Kecamatan Gempol baru kali ini terjadi sampai meratakan 8 rumah penduduk dan beberapa yang rusak berat ataupun ringan.

Menurut Didik Hartono kepala desa Kepulungan sampai saat ini masih ada kurang lebih 20 KK yang dikontrakan sambil menunggu nasib rumahnya yang belum bisa ditempati ataupun belum bisa berdiri kembali.
Sudah diusulkan ke pemerintahan dan mencari tambahan ke beberapa perusahaan untuk membantu mengatasi rumah yang rusak dan hanyut akibat banjir.

Wakil Ketua DPRD kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, kita didewan siap membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir untuk segera bisa menempati rumahnya lagi tapi itu tidak bisa seketika karena ada proses penganggaran dalam pemerintah.

Disisi lain banjir Kepulungan yang diakibatkan tertutupnya jembatan karena ada pohon loh dan tumpukan pohon bambu juga terjadi di Gondang wetan yang disinyalir karena gundulnya hutan di daerah Puspo yang dijadikan lahan pertanian, diikuti curah hujan yang sangat tinggi.

Lebih lanjut Mas Andri Wahyudi yang akrab disapa AW ini menuturkan pengalihan pemanfaatan hutan lindung agar di evaluasi kembali.
Apalagi sekarang masih banyak tambang galian C yang masih berlangsung. Padahal menurutnya lahan tambang galian C itu awalnya dibuka buat percepatan proyek strategis nasional pembangunan jalan tol.

Sekarang proyek strategis nasional itu sudah selesai, maka wajar kalau kita mengevaluasi kembali perijinan tambang galian C, yang pengambilannya tidak sesuai prosedur atau melanggar perda kabupaten ya jangan diperpanjang lagi dan kalau itu dampaknya bisa membahayakan daerah sekitar bila perlu di rekomendasikan cabut ijinnya.
Juga bila perlu kabupaten Pasuruan tidak memberi rekomendasi lagi ijin baru untuk pembukaan lahan tambang galian C.

Sementara itu Syamsul Hidayat yang juga anggota dewan dari fraksi PKB menuturkan banjir ini sebagian juga karena pendangkalan aliran irigasi baik yang primer maupun sekunder , kebetulan irigasi yang primer maupun sekunder itu milik wilayah pemerintahan pusat dan provinsi dalam perawatan, kita tidak bisa ikut menganggarkan untuk normalisasi aliran irigasi tersebut.
Ini salah satu kendala mengapa masih banyak genangan air didaerah sekitar hulu.

Sebelum acara Pasuruan Bicara ini ditutup Nick sugiarti anggota dewan dari PG menuturkan, harus dan wajib pemerintahan pusat, provinsi dan daerah duduk bersama untuk mengatasi banjir di kabupaten Pasuruan.
Pun demikian penambahan resapan air hujan harus dikaji lagi..
(Izz/NHW)

WhatsApp Image 2021-02-26 at 08.31.53
iklan 19-02-2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed