oleh

Panitia PTSL Desa Pasinan, kecamatan Weringin Anom Lepas Tanggung Jawab dan Diduga Lakukan Pungl

banner 300250

Harianmerdekapost.com,-Gresik Jatim  Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa  Pasinan, Kecamatan Weringinanom , kabupaten Gresik, Jawa Timur diduga sarat dengan Pungutan Liar (Pungli).

Pasalnya dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa  Pasinan, Kecamatan Weringin Anom, kabupaten Gresik, Jawa Timur itu
warga yang ikut mendaftar PTSL desa Pasinan  harus membayar Rp.350.000,_ per bidang tanah.
Tapi Ironisnya sekitar 408 warga desa Pasinan tersebut harus gigit jari, setelah dua tahun menunggu hasil pengajuan sertifikat tersebut tidak kunjung selesai.

“Saya sangat kecewa kepada panitia pendaftaran tanah sistematis Lengkap (PTSL) Mas….!,
Mulai dibuka tahun 2019 saya mengikuti pendaftaran, sampai sekarang belum mendapatkan sertifikat,” ujar seorang warga yang identitasnya minta dirahasiakan oleh media ini. Senin 18/04/22 siang.

*Padahal mulai awal pendaftaran saya dimintai membayar Rp 350.000,-
Saya menanyakan ke ketua panitia Asiadi malah di pingpong ke kantor desa. Saya datang ke kantor desa, perangkat desa tidak tau menahu…
Mas. Saya bingung dan kecewa… ceritanya..,” imbuhnya kesal.

Secara terpisah, Kepala desa Pasinan Titin Setyaningsih saat dikonfirmasi media ini mengaku sejak dirinya dilantik sampai saat ini belum pernah menerima salinan berkas Berita Acaranya.

“Bahwa kami pemerintah desa Pasinan, mulai saya dilantik 19 September 2019 sampai hari ini, kami belum menerima salinan berkas berita acara sistem mekanisme pertanggung jawaban panitia PTSL di desa Pasinan, kecamatan Weringin Anom, kabupaten Gresik, Jawa Timur yang di buka 13 Pebruari 2019 oleh kepala Desa Pjs.Sanyoto. S.pd.” terangnya.

Sementara itu Nur Kholik sekertaris (Carik) desa Pasinan membenarkan bahwa warga (Pemohon) pendaftar tanah sistematis Lengkap (PTSL) di desa Pasinan, mulai dibuka 18 Pebroari 2019.

“Yang mendaftar  kurang lebih 2.500 orang (dua ribu limaratus) pemohon, dengan biaya Rp 350.000,-  (Tiga ratus lima puluh ribu rupiah).
Itupun sudah ada kesepakatan dan musyawarah warga desa.” ucap Nur Kholik yang mengaku sebagai anggota panitia Bagian Entri Data.

Untuk yang belum menerima, 210 pemohon masih saya diskusikan kepada tim Panitia.
Dan untuk yang 198 pemohon tidak bisa diproses karena berkas tidak bisa dilengkapi oleh pemohon. Oleh karena itu dananya rencana kami kembalikan.” terang Nur Kolik.

Selanjutnya tim berusaha menghubungi Sanyoto mantan Pjs. kepala desa tahun 2019 di desa Pasinan lewat selulernya.
Sanyoto mengaku bahwa 210 Pemohon di BPN Gresik sudah selesai semua, hanya saja masih menunggu kelengkapan berkas dari pemohon.

“PTSL desa Pasinan yang jumlahnya 210 pemohon, di BPN Gresik sudah selesai semua, tinggal nunggu Lengkapnya berkas dari warga.
Untuk yang 198 pemohon, sesuai yang disampaikan Carik Nur Kholik saya tidak ngerti.
Nanti akan saya tanyakan panitia.” ujar Sanyoto terbata-bata.

Dii tempat terpisah Moch Hasan, ketua tim Investigasi Lpi Tipikor RI, Jawa Timur, menyampaikan kepada awak media SudutBeritaNews,com, pihaknya akan menyampaikan surat klarifikasi.

“Terkait keluhan dan laporan warga ke lembaga Tipikor RI, kami akan melayangkan surat klarifikasi resmi kepada desa Pasinan dan  kantor kecamatan Weringin Anom, kabupaten Gresik terkait hasil temuan dugaan kurupsi/pulgli dalam proses program PTSL desa Pasinan agar bisa dilanjutkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk di proses di meja hijau.” tegas Moch. Hasan SH.

(HMP TIM RED)