Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satgas Saber Pungli Polres Tegal Terhadap Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar ( SD) Wilayah Balapulang Tidak Terbukti

banner 300250

Kab. Tegal, harianmerdekapost.com – Kelompok Kerja Kepala Sekolah ( K3S) Edi Priyanto dan Bendahara Hj. Fatimah memberi keterangan resmi, paska penyidikan atas tuduhan dugaan pungli yang di lakukan oleh Satgas Saber Pungli Polres Tegal pada hari kamis lalu terhadap diri mereka.

“Terkait tuduhan tersebut dinyatakan tidak terbukti, memang waktu itu kami sempat menjalani interogasi penyidik Polres Tegal, yang selanjutnya dibawa kembali ke kantor Kejari Kabupaten Tegal. Di Kejari penyidikan berlangsung hingga lepas waktu isya. Setelah itu kami diantar lagi ke Polres Tegal. Di Polres kami tidak diinterogasi lagi, tapi dipersilakan pulang sekitar pukul 24.00 WIB ,” terang Edi.

banner 300250

Dikatakan Edi, Satgas Saber Pungli sempat mengamankan papan transparansi BOS, kwitansi pembayaran, juga uang tunai Rp 6.755.000,00, tapi sudah dikembalikan oleh penyidik di halaman Kejari Kabupaten Tegal. Kami telah melaporkan langsung kepada Plt Kepala Dinas Dikbud.

Ketua PGRI Cabang Balapulang, Suharjo, menegaskan, dengan tidak terbuktinya pungli dalam OTT kemarin, dia meminta agar ada upaya dari pihak terkait untuk mengembalikan nama baik guru yang sempat tercemar dalam insiden tersebut.

OTT Tim Saber Pungli, Kamis (27/2) kemarin, terbukti tidak ada penyalahgunaan dana BOS. Yang menjadi permasalahan hanya pada harga yang terlihat fantastis. Atas masukan itu pihaknya akan berupaya menemui penyedia jasa untuk melakukan rasionalisasi harga.

Dinas Dikbud dan pengurus PGRI meminta nama baik guru bisa dikembalikan seperti semula.

Pihak Kejari Kabupaten Tegal kepada harianmerdekapost membenarkan jika OTT kemarin tidak terbukti. Sabtu (29/2/2020). (iman)