oleh

Objek Sengketa Tanah Atas Nama H.R MOESTAFA SOETOPO S.H. Saling Gugat Menggugat Hingga Laporan Polisi.

Harianmerdekapost.com,- Surabaya, Jatim – Tidak terpantau system keamanan Pengadilan Negeri Surabaya lemah sehingga terbobol security privasi yang tidak semestinya terjadi
Berdasarkan nomer Perkara 1867 k/pid/2005 Pengadilan Negeri Surabaya diputuskan oleh mahkamah agung republik Indonesia pada tahun 2005.        (05/06/2021)

Yang dengan tegas membatalkan kasasi pemohon atas nama MOHAMAD BAKRI karena terbukti telak melakukan pemalsuan bukti autentic berupa tanda tangan, berdasarkan hasil laboratorium Forensik. Polri Cabang Surabaya Nomer 7158/DTF/2004

Kuasa hukum R.SOETOPO, Impi Yusnandar S.Sos.SH.MH. menyampaikan saat jumpa pers terkait sengketa nomer persil 10 dan 11 yang terletak di jalan Kalisari Kecamatan Mulyorwjo Kota Surabaya telah inkrah kepemilikannya, Artinya seharunya kembali ke ahli waris “bahwa putusan pengadilan negeri nomor 2350/ PID.B/2004/PN.SBY. tanggal 22 Juni 2005 ini dibatalkan karena dengan jelas dan meyakinkan menggunakan bukti otentik yang tidak benar palsu kemudian putusan yang berikutnya menghadiri sendiri menyatakan terdakwa Muhammad Bakri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara terang-terangan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap barang artinya bahwa ada barang di dalam ruangan ini yang dirusak dalam objek sengketa maka ada dua putusan putusan mengadili dan putusan mengadili sendiri.

Ahliwaris, Wasinik Sendang ngawiti  mengatakan pada awak media “saya akan menempuh jalur hukum yang semestinya sesuai dengan UU RI supaya apa yang menjadi hak saya kembali pada saya semua” Tutur ahli waris.              (Red Rahem)

IMG-20210616-WA0011 (1)

News Feed