oleh

Ngobrol Santai Seputar Kemandirian NU Bersama KH Robikin Emhas

Harianmerdekapost.com – Gresik,Jatim – Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai tiga Pilar sebagai kekuatan dan kebangkitan untuk umat dalam rangka untuk pemberdayaan warga NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tiga Pilar tersebut sebagai penyangga dan ghirrah warga NU dalam rangka membangkitkan kemandirian ekonomi, dan Nasionalisme tinggi (Hubbul Wathon Minnal Iman).

Tiga kekuatan pilar dalam kemandirian ekonomi adalah Nahdlatul Wathon atau kebangkitan bangsa hal ini sebagai semangat Nasionalisme dan politik. Kekuatan yang lain adalah Tasywirul Afkar hal ini sebagai kebangkitan pemikiran dan keilmuan. Serta Nahdlatul Tujjar yakni sebagai kebangkitan pemberdayaan ekonomi warga NU.

Hal ini menjadi diskusi tipis-tipis sambil ngopi bareng usai kegiatan tahlil dan doa dalam rangka 100 hari wafat ibundanya KH. Robikin Emhas di Desa Lowayu Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Selasa (31/05/2021).

Robikin mengatakan, “Kemandirian warga NU bisa dimulai pada hal hal yang kecil yakni gerakan infaq sedekah atau S3 ini dahsyat luar biasa.”

“Ini yang bisa membiayai kegiatan di NU dari hasil urunan warga mulai uang koin dan program S3 sedekah sedino sewu. Dan ini harus dimasifkan jelas kemanfaatanya besar bagi warga NU dalam menopang kegiatan dan ekonomi warga NU.” Jelas Robikin yang juga ketua PBNU.

Robikin menambahkan, upaya tersebut harus diimbangi dengan peningkatan dan pemberdayaan warga NU dalam segala aspek misalnya pelatihan, bimtek seputar ekonomi, dan pendampingan serta digitalisasi ekonomi keumatan.” Pungkas Robikin.

Pada kesempatan ngobrol santai bareng ini KH. Nadib Salah satu pengurus MWC NU Dukun menjelaskan, di NU harus ditata mulai sekarang yakni sinergis antara yang muda hal ini banom dan lembaga Yang nanti bisa melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai regenerasi NU untuk kaderisasi. “Karena di MWC NU sebagian sudah sepuh dan ini menjadi pemikiran kita bersama.”

Bahkan ia menambahkan, “Jangan sampai di NU “Kepaten obor” sehingga eman kalau tidak disiapkan kader penerus untuk melanjutkan kepemimpinan.” jelas Yai Nadib Yang juga bapak ekonomi di MWC NU Dukun.

Ngobrol santai tersebut diikuti pengurus GP Ansor ranting Lowayu, GP Ansor PC kabupaten Gresik, dari kalangan Guru dan tokoh masyarakat. Dengan harapan semoga NU semakin jaya bermanfaat terhadap umat untuk mempersiapkan satu abad NU. (Hoo/wwn)

IMG-20210616-WA0011 (1)

News Feed