oleh

Memprihatinkan, Nenek Tua Sebatangkara di Pamekasan Luput dari Perhatian Pemerintah

Pamekasan, harianmerdekapost.com – Seorang nenek tua yang hidup sebatangkara di Dusun Cemkepak, Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Luput dari perhatian pemerintah, Minggu, (18/10/2020)

Foto: Nene Sia Warga Dusun Cemkepak Desa Banyupelle Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan yang Hidup Sebatangkara

Nenek yang bernama Sia (57) ini tinggal di sebuah gubuk tua yang sudah sangat memprihatinkan, hidupnya bergantung pada belas kasihan para tetangganya

Untuk menyambung hidup, kerap kali nenek Sia bekerja kepada tetangganya, seperti membantu memanin cabai dan mengambil rumput untuk pakan sapi milik tetangganya dengan imbalan upah yang tak seberapa

Suaminya sudah puluhan tahun meninggal dunia, dan belum sempat mempunyai keturunan, nenek Sia yang hidup seorang diri sejatinya sudah tidak mampu lagi untuk bekerja apalagi ia sudah memasuki usia senja. Namun ia selalu mencoba untuk tegar meski dalam kondisi sudah tidak sehat lagi.

Ditemui di tempat tinggalnya, kepada wartawan ia mengaku sehat- sehat saja, namun dari caranya berbicara, tubuhnya sudah menunjukkan bahwa nenek Sia sedang dalam kondisi sakit

Menurut keterangan tetangga sebelah, nenek Sia sudah lama menderita penyakit typus, dan sempat di rawat di rumah sakit berkat bantuan saudara dan keponakannya, namun hingga kini, rasa sakit yang melilit dilambungnya masih sering ia rasakan, sungguh miris melihat potret kehidupan nenek sia ini.

Disoal tentang bantuan sosial pemerintah, nenek Sia mengaku bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah, hanya saja Nenek Sia pernah mendapatkan bagian bantuan sebesar Rp. 300.000, (Tiga Ratus Ribu) Rupiah dalam tiga bulan

“Olle bantuan 300 ebuh pak dimin se bulan pasah kassah tello kaleh, Samangken bunten,” (Dapat 300 ribu dulu waktu bulan ramadhan tiga kali, sekarang tidak lagi,-Red) Katanya terbata-bata

Hal ini dibenarkan oleh tetangganya yang mengatakan bahwa nenek Sia pernah mendapatkan Rp 300.000 (Tiga Ratus Ribu) Rupiah dalam beberapa bulan

“Pernah dapat bantuan 300 ribuan itu selama tiga kali dulu, klau sekarang gak tahu, sebenarnya kami sangat kasihan dan prihatin, ingin membantu namun keadaan kami juga pas-pasan, jadi beliau hanya membantu orang dan dikasih upah gitu,” Terang tetangga nenek Sia

Di masa pandemi covid 19 ditengah tengah mencekiknya kesulitan ekonomi tentu akan menjadi tambahan alas berduri yang menusuk bagi nenek Sia

Apalagi saat semua tetangga sekitar berbondong- bondong berangkat ke tempat pendistribusian bantuan sosial untuk menerima bantuan, saat yang lain sedang gembira lantaran mendapatkan bantuan, nenek Sia hanya bisa duduk dan mendengar bahwa pemerintah memberikan bantuan dana kepada masyarakat, nenek tua ini hanya bisa mengelus dada.

“Nispah pak, sakabbinah oreng e kaintoh mangkat kabbi, ngoniih bantuan, mon gulah ghun ngedingaki nikah, (Melas pak, semua orang disini berangkat ngambil bantuan, sedangkan saya hanya bisa mendengar saja,-Red) Jelas Nenek Sia

Diharapkan, Pemerintah dan Dinas terkait segera melakukan langkah- langkah kongkrit, turun langsung dan melihat potret kehidupan Nenek Sia. (HMP/Sid/Red)

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed