oleh

Masyarakat Dan Pemuda Bireuen Cinta Islam, Tetap Lakukan Konvoi Takbiran Malam Lebaran Hari Raya Idul Fitri

Harianmerdekapost.comAceh, Bireuen: Dalam setiap menyambut Hari Raya Idul Fitri, bagi setiap ummat Muslim di dunia tetap melaksanakan tradisi kebudayaan melakukan berbagai event dalam menyiarkan syiar Islam, mulai mengumandangkan takbiran disetiap surau dan mesjid, silahturahmi sebagai bentuk kegiatan keagamaan bagi ummat Islam serta kegiatan Halal Bilhalal, Ziarah Kuburan orang tua yang dilakukan semenjak turun menurun dan rutin dari tahun ke tahun.

Pada perayaan hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 bertepatan 1 Syahwal, khususnya di kabupaten Bireuen dan Aceh secara umum, sudah menjadi hal biasa ada masyarakat yang antusias dan merindukan untuk mendengar dan lantunan takbir keliling yang di arak ke jalan-jalan menggunakan berbagai kendaraan disertai berbagai atribut lainya kebesaran Ummat Islam.

Sedangkan pada kesempatan momentum 1 Syahwal sebagai Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 tahun ini sebagai hari kemerdekaan bagi ummat Islam di hari kemenangan ini, meskipun tidak sesemarak dengan takbiran pada Hari Raya di tahun-tahun sebelumnya, akan tetapi Sekumpulan Masyarakat dan Pemuda di kabupaten Bireuen, Aceh Rabu malam,(12-06/2021). Dengan tetap eksis dan tertib aman,terkendali serta sukses bersuka ria terharu dalam menyambut tibanya momentum hari kemenangan sebagai Hari Raya bagi Ummat Islam dengan melakukan Takbir Keliling ditengah persoalan Covid masih dikampanyekan oleh Pemerintah disetiap negara di dunia, Walaupun sempat di larang oleh Pemda Bireuen setempat dengan alasan penanganan Covid-19.

Sementara itu Ketua panitia Takbir Keliling, Iskandar atau sering disapa Tuih kepada media ini Kamis malam, (13-05/2021) mengatakan Syukur Alhamdulillah pada malam pertama lebaran Hari Raya Idul Fitri kalin ini, kami yang tergabung dari berbagai elemen kumpulan Pemuda dan Masyarakat Bireuen, telah selesai melakukan pawai takbir keliling, walaupun pusat jalan masuk ke kota juang dan kota santri ditutup oleh Pemda setempat, tapi dengan izin Allah Swt, kami telah berhasil menerobos masuk ke jalan pusat ibukota kabupaten Bireuen, walaupun tidak sempat semua jalan kota kami masuki, akan tetapi sebagian pusat kota Bireuen mampu kami terobos untuk masuk untuk melakukan konvoi pawai takbir keliling bersama Pemuda dan Masyarakat Bireuen Cinta Islam tanpa ada gangguan keamanan sedikit pun dalam melestarikan kehidupan kebebasan beragama berdasarkan keyakinan bagi setiap pemeluknya sesuai amanah Konstitusi RI (UUD 1945)

“Kita minta Pemerintah jangan karena persoalan Corona, kegiatan keagamaan bernuansa Islami yang sudah dilakukan secara turun menurun oleh rakyat Aceh saat tibanya Hari Hari Besar Islam untuk menyambut hari Kemenangan Umat Islam untuk di tiadakan atau dibungkam hak kemerdekaan kaum bagi muslim merayakan hari hari keagamaannya, apalagi di Aceh sebagai negeri Syariat Islam di Republik Indonesia ini telah diakui oleh negara dan masyarakat dunia internasioanal”.

Kegiatan ini kami lakukan untuk menyemangati kalangan kaum pemuda di Aceh, jangan sampai Pemerintah melakukan kebijakan yang tidak mencerminkan keadilan dan sangat diskriminasi untuk tanpa mau menghormatinya lagi soal amanah konstitusi terkait kebebasan beragama. Bagi seluruh Umat Islam yang ada di Bireuen dan Aceh khususnya dalam menyambut Hari Kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1442, jangan takut untuk merayakan nya sebagaimana mestinya tanpa merampaskan hak kebebasan bagi pemeluk agama lain yang non muslim di Aceh sebagai sikap toleransi kebebasan beragama dalam kultur kehidupan masyarakat Aceh dari masa ke masa”. ungkap nya Tuih Aktivis Pemuda Islam ini

Lanjutnya, sebenarnya ini merupakan aspirasi masyarakat Bireuen yang sangat mengiginkan pawai takbir keliling di semarakan di Bumi Syariat Islam Aceh secara bersama untuk dilaksanakan secara serentak di Bireuen yang dijuluki sebagai kota juang dan kota santri ini, seperti biasanya sebelum corona menghatui pemimpin dunia di malam lebaran Hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha sebagai dulunya telah dilaksanakan secara turun menurun dari pelosok Gampong-hingga masyarakat Kota di Aceh, namun dalam dua tahun ini mulai tahun 2020 hingga 2021 Pemerintah masih mentiadakannya dengan dalih alasan covid 19, sedang kan keramaian dan kerumunan para muda-mudi penuh, kaum ibu dan bapak bapak baik di caffe-caffe, Karoke, di pusat pembelanjaan atau Mall serta Diskotik pada malam lebaran Hari Raya Idul Fitri masih dibiarkan dibuka berkurumunan tanpa ada tindakan penegakan hukum terhadap kebijakan larangan berkurumunan, sesuai Prokes tersebut. katanya Tuih

“Kita melihat selama ini terkadang ada masyarakat Bireuen yang sangat mengharapkan adanya konvoi pawai takbir keliling dimeriahkan dikabupaten Bireuen sebagai julukan kota santri di Aceh, namun pemerintah sepertinya mentiadakannya aktivitas interaksi keagaman bagi Ummat Islam di ujung pulau Sumatra yang diberikan legalitas kebijakan negarabuntuk menyelenggarakan Syariat Islam di Aceh bagi setiap pemeluk Agama Islam.

Jangan lah mengkambinghitamlan persoalan dalih corona selalu, sehingga berdampak terhadap kerukunan kebebasan beragama mendiskriditkan Agama Islam yang berdampak terhadap kebebasan beragama Ummat Islam mulai dicabut dan dilarang oleh kebijakan pemerintah yang keliru tanpa mempertimbangkan dari aspek butir Sila ke V, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, padahal pencegahan kerumunan tidak mampu untuk di tertipkan disetiap pusat kota, caffe-caffe, Mall penuh berdesakan di Indonesia, belum lagi kemacetan sepanjang jalan lintas Aceh-Sumatra Utara saat aktivitas mudik lebaran di lokal dibenarkan berlaku di Aceh, kenapa takbiran dipaksa dilarang, ada apa dengan Kebebasan Beragama Ummat Islam di Indonesia dibalik penanganan Hikmah Covid-19?”. terangnya Iskandar, Aktivis Pemuda Islam Bireuen ini

Kami ucapkan terima kasih kepada rekan rekan dan kawan-kawan HMI MPO Cabang Bireuen, PII Kabupaten Bireuen dan Teungku-Teungku serta rekan Pers awak media sebagai salah satu pilar Demokrasi di Republik Indonesia, juga telah ikut berpartisipasi dalam mengontrol kebijakan pemerintah, demi tegaknya sistem proses Demokrasi di Indonesia dalam mensyiarkan kebesaran Agama Islama sebagai ummat beragama yang mayoritas Islam di RI, sebagai malam kemenangan bagi ummat islam, khususnya ummat islam Kabupaten Bireuen, Aceh dan Indonesia Raya.

“Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas kerja sama sahabat-sahabat saya yang telah ikut andil dalam menyukseskan konvoi takbir keliling,Tanpa perjuangan kita semua dan kerjasama yang baik anatara kalian para sahabat-sahabat saya ini semua tidak mampu saya lakukan secara sendiri,bahkan mungkin kegiatan ini tidak akan bisa kita wujudkan di ruang publik pusat Kotajuang Bireuen”.

Semoga kita semua mendapatkan pahala fisabilillah dari Allah Swt.
Amin Ya Rabbal’alqmin”. ucap Tuih Al Kahir dengan nada terharu dan kagum.

Terimakasih juga kami ucapkan kepada pihak Keamanan yang sudah sudah susah payah mengamankan kegiatan pawai takbir keliling di malam Hari Raya Idul Fitri 1442 H ini. Tentu dengan kerjasama yang baik selama ini, sehingga dengan kehendak Allah Swt, pada tahun lebaran dan hari hari besar islam lain nya kegiatan konvoi khususnya takbir keliling berjalan dengan damai dan sukses tanpa ada hambatan dan penghadangan untuk di blok hak akses kami untuk berserikat dan berkumpul sebagaimana amanah Kontitusi RI diatas Undang Undang dan Kebijakan Pemerintah”. tutup Tuih (Iqbal)

IMG-20210616-WA0011 (1)

News Feed