Maraknya Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Kapuas Diharapkan Tanggap Dalam Mengambil Tindakan 

Harianmerdekapost.com, Kuala Kapuas – Aparat Kepolisian Republik Indonesia masih menggunakan Undang-Undang Kesehatan untuk menjerat pengedar maupun bandar obat-obatan yang mengandung zat karisoprodol atau isomeprobamat, soma dan isobamat, yang tidak memilik izin edar.

Selama ini, pasal yang hanya dikenakan kepada pelaku pengedar dan bandar zenith, diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Hal itu karena zenith termasuk kategori obat-obatan yang peredaran dan penggunaannya harus sesuai aturan.

Namun kini, zenith dimasukkan dalam kelompok narkotika dan pelakunya juga akan dijerat dengan Undang-Undang tentang Narkotika. Sanksi berat diharapkan akan menimbulkan efek jera bagi pelaku.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, obat-obatan terlarang seperti Charnophen atau Zenith, PCC dan sejenisnya yang mengandung karisoprodol masuk ke dalam narkotika golongan I.

Namun siapa sangka, begitu maraknya peredaran obat-obatan terlarang jines zenith (Carnophen) di wilayah hukum Polres Kapuas, Mapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) tentang penyalahgunaan Narkotika jenis Carnophen yang saat ini lagi menjadi polemik di mata masyarakat Kota Kuala Kapuas.

Berdasarkan dari hasil informasi yang telah didapat media ini saat melakukan investigasi kepada masyarakat setempat, benar adanya bisnis penjualan obat-obatan jenis zenith yang berlokasi di Jalan Mahakam Gg. 11, RT. 6, Kota Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, bahwa inisial JM tersebut banyak kedatangan tamu keluar masuk di tempat kediamannya, diduga tamu tersebut membeli obat-obatan terlarang jenis Carnophen/zenith.

Diduga bisnis obat-obatan terlarang yang selama ini ditekuni oleh JM bertujuan untuk meraup hasil keuntungan yang lumayan besar. Harusnya hal seperti ini menjadi sorotan pihak aparat penegak hukum yang bertugas di Kabupaten Kapuas untuk mengambil tindakan, karena ini akan berdampak buruk untuk moral pemuda pemudi generasi bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Kapuas.

KETUA DPD LBH CLPK Provinsi Kalimantan Tengah Soedjiono,. S. Sos saat dihubungi melalui via WhatsApp, dirinya menyayangkan bahwa masih adanya peredaran obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polres Kapuas, karena menurutnya bisnis barang haram itu harusnya ditindak lanjuti untuk diproses hukum lebih lanjut dan diberantas sampai ke akar-akarnya.

“Kalau memang masih adanya peredaran obat-obatan terlarang jenis Carnophen di kapuas oleh inisial JM, maka saya berharap agar pihak Aparat kepolisian wilayah hukum Polres Kapuas segera melakukan cek dan recek ke lokasi di tempat kediaman JM,” ucap Ketua DPD LBH CLPK Provinsi Kalteng kepada media ini.

Tambahnya, selain itu nanti akan kita sampaikan ke pihak BNNP Kalteng dan Mapolda Kalteng, diminta agar pihak terkait dapat mengambil langkah dan tindakan mengenai hal tersebut diatas. (Risky A.R)

1 komentar

  1. Apapun jenisnya narkotika yg beredar selalu ada backing oknum APH.

Komentar ditutup.