oleh

Literasi Kuat Satu Langkah Mengenal Dunia

Pamekasan, harianmerdekapost.com – Lembaga Pengembangan Jurnalistik (LPJ) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata- bata yang terhitung sejak 17-24 Sepetember 2020 telah mengadakan Diklat Jurnalistik kesekian kalinya.

Penuh Antusias, Sejumlah Santri Ponpes Mambaul Ulum Bata- Bata Saat Mengikuti Sekolah Jurnalistik

Akhirnya tepat pada Sabtu Malam (26/09/20), bertempat di Pelataran Aula Perpustakan Al-Majidiyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata yang berada di Desa Panaan, Kec. Palengaan, Kab. Pamekasan, Jawa Timur

Diklat tersebut resmi ditutup, bertepatan pada jam 08.30 wi waktu setempat. Adapun makanisme penutupannya seperti acara formal dalam diklat biasanya yakini dianntaranya pembukaan, prakata panitia dan Lain – lain

Diklat Jurnalistik ini bejalan satu pekan. Perhari ada dua tatap muka dari tujuh hari tersebut, diisi dengan berbagai varian materi, meliputi : Opini, Esai, Resensi, Cerpen, Puisi, Berita Online maupun Berita Feature.

Sebagai pemateri untuk memaparkan berbagai varian materi tadi panitia mengundang para penulis Nasional diantaranya Bpk. Shihabuddin, S.I.Kom., M.I.Kom, dan Bpk. Suhairi merupakan seorang cerpenis, serta wartawan Berita Jatim dan Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Pelatihan ini mendapat respon baik dari para santri. Hal itu terbukti dengan antusiasme santri dalam mengikuti diklat atau sekolah jurnalistik ini.

“Diprediksi ada sekitar 45 puluh santri yang mengikuti diklat ini dan tentunya tanpa melupakan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak. Diadakannya Diklat ini tujuannya tidak lain untuk mengembalikan Ghiroh (minat) santri akan dunia kepenulisan. dilihat sudah betapa krisisnya nilai Literasi dikancah pesantren.” Tegas ketua panitia diklat jurnalistik Moh. Sholefuddin.

Harapan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jurnalistik Ma’ruf di waktu sambutannya

“Sebelumnya kepada panitia saya berpesan untuk menindak lanjuti kegiatan ini, salah satunya dengan adanya follow up sehingga materi yang sudah disampaikan diwaktu diklat itu tidak hilang begitu saja. Juga saya berharap para peserta diklat ini, berliterasi yang benar-benar berliterasi dalam artian berliterasi yang tak mengenal tempat dan waktu.” Ucapnya

Diakhir sambutanya ia juga berpesan jangan lengah menjaga kesehatan tubuh meski di Ponpes. Bata-Bata tidak sudah diakui sebagai pesantren tangguh, dan tetap menjaga jarak sesuai protokol kesehatan aturan dari pemerintah sampai acara selesai. Pesan ketua Lpj yang berstatus mahasiswa akhir tahun itu.

Ust. Nurul Hidayat selaku Ketua Umum Dewan Ma’hadiyah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata mengungkapkan dalam sambutannya bahwa dunia jurnalistik perlu dan harus dikuasai oleh para santri, ditinjau media adalah sebuah wadah dakwah yang efektif dan pengaruhnya besar sekali.

“Media jurnalistik adalah sebuah kesempatan untuk bisa diisi oleh orang-orang yang benar. Saya harapkan para santri bisa hadir mengambil peluang serta berperan dalam menegakkan Agama Islam melalui karyanya masing-masing,” Serunya.

Karena menurutnya jika media jurnalistik hanya dikuasai oleh orang-orang yang hanya mencari keuntungan, maka informasi yang sampai kemasyarakat bisa saja tidak sesuai dengan keadaan lapangan. hanya untuk kepentingan oknum saja.(HMP/ Sid/ Red)

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed