oleh

Lestarikan Kesenian , Bubuk Ampas Kopi Disulap Menjadi Lukisan

Surabaya ,- Harianmerdekapost.comSeni merujuk pada sebuah kata di mana ketika kita membaca dan mendengarnya kemudian tak sedikit yang membayangkan kata tersebut dengan lukisan, Namun kerap kali para pemula dalam melukis tidak mendapatkan dukungan apalagi pengakuan dari publik, lebih lebih dari pihak pihak terkait dari jajaran pemangku kekuasaan . Surabaya Selasa ( 22 september 2020 )

Mas Sulis , atau yang akrab dengan sapaan MAS TYO AMPAS KOPI, asal kota pahlawan yang beralamat di Jl. Wonokusumo Kidul No. 29.Kelurahan Pegirian-Kecamatan Semampir saat diwawancarai Media Harianmerdekapost.com , bahwa sejak awal ia memulai berkarya hingga berita ini turun , hanya melakukan experiment mandiri tanpa ada campur tangan atau fasilitas dari siapapun, tuturnya

“ saya melukis sejak 2010 di depan hotel coklat Jl. Gubeng , bukan dapat dukungan / fasilitas dari pemerintah kota surabaya malah di obrak , akhirnya saya pindah ke Jl. Wonokusumo lor sejak 2015 hingga saat ini , ikut pameran secara mandiri di sidoarjo ICON MALL gresik , dalam rangka mempertahankan nilai nilai seni ,” sambungnya

“ Tidak pernah mengajukan permohonan ke pemkot untuk ikut pagelaran atau pameran, karena tidak ada akses untuk masuk kesana , dan dari pihak pemkot melalui perangkat perangkatnya dari tingkat rt, rw hingga Kecamatan tidak ada dorongan yang pada akhirnya tidak ada jalan untuk mengembangkan potensi ini menjadi lebih besar dan berkembang ,” sambungnya

lestariakan seni dan minimalisir limbah ampas kopi adalah cikal bakal dari lukisan bubuk ampas kopi yang ia tekuni sejak 10 tahun silam , hingga lukisannya diterima oleh khalayak umum dan beredar diseluruh nusantara ,

Dalam sepekan mas tyo bisa menghasilkan 2 – 3 lukisan dengan karakter yang berbeda , dan ia jual dengan harga Rp.250.000 – 2.000.000 , sesuai dengan ukuran dan tingkat kesulitan lukisan tersebut, bahan yang beliau gunakan cukup sederhana ,- yakni : Kertas matras,Lem, dan Bubuk Ampas Kopi .
Adapun lukisan yang sering beliau lukis adalah : Rama Shinta , Ghanesa, Hewan dan Tokoh ,

“ Aktifitas sehari hari melukis mas , ada pesanan atau tidak tetap melukis , agar tidak kaku, sebab tangan akan kaku kalau gak dilatih , disamping itu jaga warung mas , sebab seniman seperti saya ini , kalau terlalu fokus di seninya bisa gak makan, karena hasil lukisan belum pasti laku setiap bulan , jadi saya sering melatih walaupun belum pasti terjual “, ucapnya

“ Harapan saya semoga kedepan pemerintah melalui Kasi dibidangnya bisa lebih perduli lagi dan lebih serius memikirkan nasib seniman , mengingat potensi seperti seniman dan bakat serta keterampilan kalau tidak ada rangkulan yang berupa link atau akses akan sangat rawan untuk gulung tikar “. Pungkasnya ( ZAIN )

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed