oleh

LARM-GAK MENYIKAPI TERKAIT PUPUK SUBSIDI DARI MADURA YANG DI PERJUAL BELIKAN DI NGIMBANG LAMONGAN DENGAN HARGA TINGGI.

Foto Baihaki Akbar S,E S,H dan para awak medi

Harianmerdekapost.comLamongan Jatim


Ditengah susahnya masyarakat bertahan hidup sebab dampak Covid-19, masih ada saja orang yang menimbun pupuk bersubsidi sehingga sangat memberatkan para petani dan sangat kesulitan membeli pupuk-pupuk tersebut dikarenakan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Diduga Oknum yang menimbun ratusan sak pupuk bersubsidi dan dijual melebihi harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

yang di duga milik ibu (Leli) dusun Kambangan desa Lamongrejo kecamatan Ngimbang kabupaten Lamongan yang Diduga Datangkan Pupuk Tersebut dari Madura di bawa ke Lamongan Menurut keterangan dari salah satu warga yang jaga gudang tersebut.

“Leli istri Abah nur mas, Anggota DPR di jual dengan harga 220 mas persak dan usaha ini dah di rintis kurang lebih sejak tahun 2020 sampai sekarang mas pungkas yati yang beralamat dsn. Telatah DS. Wates kec.winangon kab.Lamongan.

“Baihaki Akbar, S.E., S.H. Selaku Sekjen LARM-GAK mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah hukum berwenang untuk mengusut tuntas masalah penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut.

“Kami menyatakan dukungan penuh kepada pihak aparat hukum untuk mengusut tuntas hingga pelaku dapat diketahui dan mendapatkan tindakan hukum,” ujarya

Baihaki Akbar S,E S,H mengatakan distributor wajib mengikuti aturan-aturan yang berlaku yang ditetapkan pemerintah. Jika melakukan pelanggaran maka akan dikenakan sanksi dan dapat berujung pencabutan izin.

Adapun ketentuan pupuk bersubsidi diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV.

Tertuang pula dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021.

“Bagi petani, kami menghimbau untuk selalu membeli pupuk bersubsidi di kios resmi dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Baihaki Akbar

Sebagai BUMN penyedia pupuk bersubsidi Pupuk Indonesia berkomitmen untuk memastikan proses penyaluran pupuk kepada petani berjalan lancar dan sesuai ketentuan pemerintah.

Hal itu berdasarkan prinsip 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu.

“Pupuk Indonesia telah melakukan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk ke distributor dan kios bersama dengan Dinas Pertanian daerah serta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida,” jelasya Baihaki Akbar.

Perseroan juga telah memiliki sejumlah strategi mencegah penyimpangan, seperti pencirian pupuk bersubsidi dengan warna khusus, bag code, dan penyaluran tertutup yang berdasarkan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Pupuk bersubsidi memiliki ciri pada kemasan karungnya, yaitu terdapat tampilan logo Pupuk Indonesia di bagian depan karung dan bertuliskan ‘Pupuk Bersubsidi Pemerintah’.

Pada kemasan turut tercantum nomor call center, logo SNI, nomor izin edar pada bagian depan karung, dan memiliki bagcode dari produsennya.

“Pupuk subsidi jenis Urea diberi ciri dengan warna merah muda atau pink, sedangkan pupuk subsidi jenis ZA diberi warna oranye. Hal ini bertujuan membedakan antara pupuk bersubsidi dan non subsidi sehingga dapat meniminalisir peluang penyelewengan,” jelas baihaki Akbar.

“Warga Desa lamongrejo Kecamatan Ngimbang Kabupaten lamongan itu, diduga menimbun 500 karung pupuk dengan total berat mencapai kurang lebih 19.40 ton di dalam gudang miliknya.

Pupuk tersebut telah berada di gudang sekitar sepekan lamanya. Rencananya pupuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi lagi, bahkan sejumlah petani telah membeli pupuk-pupuk tersebut.

“Ini masih tahap awal dan kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah ada tersangka lain atau saksi-saksi atau orang yang terlibat dalam Penimbunan pupuk Bersubsidi.

Harapan aparatur penegak hukum dan dinas dinas terkait untuk agar bisa meluruskan dan menindak tegas sesuai aturan aturan yang berlaku di Indonesia

HMP./RED

WhatsApp Image 2021-04-14 at 21.24.10
iklan 11 april 2021
WhatsApp Image 2021-04-05 at 17.13.30 (1)

News Feed