oleh

KYAI MAGHFUR HASBULLOH (Bag.3) Gagasan Gerakan Pembaharuan Pendidikan Keagamaan

Harianmerdekapost.com – Filosofi Burung Rajawali ;
Selalu terbang tinggi, Tidak pernah membangun sarangnya sendiri, Tidak memangsa-mangsa binatang lain, Tidak menyisakan mangsa untuk esok hari dan Selalu Menyendiri

Gerakan Pendidikan Up-grading Pesantren Salaf dan berdirinya Al Islam
Sepulang dari menyelesaikan pendidikan di pesantren Bendo,Kediri, Kyai Maghfur beserta kakaknya Kyai Hirzudin, mulai melakukan upgrade pesantren dimulai dari penamaan pesantren. Nama Darul Hikam, pada pesantren Joresan, muncul sepulang beliau  dari Bendo, Pare,Kediri. Kesamaan nama ini bentuk tabarrukan kepada lembaga pesantren almamater.
Kyai maghfur berpendapat, Pesantren salaf khususnya Pondok Joresan, lama kelamaan akan kehabisan santri bila tidak melakukan up-grade dalam bentuk pendidikan formal. Dalam usia yang relatif muda 22 tahun melakukan terobosan dengan mendirikan Madrasah Tsanawiyah, yang bernama “AL ISLAM”. pendirian ini awalnya terdapat ketidaksefahaman dengan  orangtua-nya Kyai Hasbulloh, dengan alasan agar tetap mempertahankan pesantren yang ada. (bisa dimaklumi, karena Kyai Hasbulloh berpandangan sederhana,tidak muluk-muluk). Usaha pendirian terus dilakukan dengan mengajak kaum muda pergerakan khusus-nya wilayah kecamatan Mlarak, dan memperluas dukungan dan pengaruh dengan menggandeng

KH.Imam Syafaat yang mana pada saat itu menjadi Ketua MWC NU Kecamatan Mlarak.
Pada acara Haul Kyai Moch.Thoyyib, Joresan, Gagasan tersebut disampaikan dalam rapat,  menghasilkan poin : 1) Kyai Maghfur sebagai Direktur 2) Lokasi Madrasah, di Joresan sebelah timur, 3) Madrasah milik umat, yang didirikan oleh masyarakat muslim NU wilayah Kecamatan Mlarak, sehingga alamat kedudukan disebutkan : Mlarak, Ponorogo di Joresan.
Penunjukan Kyai Maghfur sebagai direktur, dan dipilihnya Joresan sebagai lokasi, tidak terlepas dari peran Kyai Maghfur selaku penggagas.
Gagasan ini lebih dipengaruhi karena aktifitas beliau sebagai Pengajar di Madrasah Muallimat NU Ponorogo (sekolah favorit, pada era orde lama), (kelak dikemudian hari salah satu muridnya Putri pasangan KH.Moh.Basri-Nyai Mardiyah,  yang diasuh KH.Moh.Qurnen Subandi (Pasar Pon), Nyai Hj.Asminatin, dinikahi.) Nyai Mardiyah adalah Putri KH.Abu Dawud –Durisawo (Mursyid Thoriqot Naqsabandiyah), dan KH.Moh.Qurnen  adalah adik Kandung KH.Moh.Basri.
Perkembangan selanjutnya karena  Kyai Maghfur banyak berkiprah di Ponorogo, dan jauhnya jarak ditambah terbatasnya transportasi, Direktur dipercayakan kepada KH.Mahfud Hakiem (Gandu, Mlarak-Ustadz  Senior di Pondok Modern Gontor). Kelak mendirikan Pondok Pesantrean Al Iman di Babadan,Ponorogo.
Promosi dan Strategi Branding, Menjaring santri dari luar daerah

Meskipun tidak dalam kapasitas sebagai Direktur Madrasah Al Islam, Kyai Maghfur memilki tanggugjawab moril untuk pengembangan madrasah. Bersamaan dengan profesi Kyai Maghfur sebagai muballigh/penceramah agama di berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa, beliau selalu menyisipkan promosi Madrasah Al Islam, dengan branding sebagai lembaga yang mencetak kader mumpuni : memiliki kemampuan komunikasi bahasa arab dan Inggris, Mampu membaca dan memahami kitab kuning,  dan memiliki legalitas setara pendidikan umum. Srategi Branding yang dilakukan sangat ampuh, di masa- masa rezim orde-baru yang tidak berpihak pada  pendidikan pesantren, disamping juga didukung oleh kemampuan orasi beliau yang membius.
Santri-santri dari luar daerah pun berdatangan, pondok Darul Hikam tetap terisi, penduduk mendapat berkah karena sebagaian santri bermukim di rumah-rumah penduduk. Al Islam, Kurikulum, Panca Jiwa dan Dinamika Kurikulum Al Islam (Perpaduan dari 3 Model Pendidikan)

Al Islam Memadukan Kurikulum : Pesantren Salaf, Pondok Modern dan Sekolah Umum. Dengan semangat panca Jiwa : keihklasan, kesederhanaan, Menolong diri sendiri, Ukhuwwah Diniyyah  dan Kebebasan.
Catatan : Panca Jiwa adalah konsep Departemen Agama Era KH.A.Wahid Hasyim, redaksi di masing2-lembaga mungkin berbeda namun dengan substansi sama.

Perpaduan model kurikulum ini, sekarang telah banyak digunakan oleh pesantren salaf, yang melakukan pembaharuan pendidikan, seiring berkembangnya zaman, dan banyaknya alumni yang tersebar dan mendirikan lembaga semisal.
Keihklasan,Kesederhanaan dan Kemandirian Sarana awal MTs Al Islam, yang digunakan adalah, gedung madrasah diniyah Joresan (Sekarang Gedung Al Kindy, depan rumah Kyai Haji Abdul Karim).

Dengan minimnya sarana yang dimiliki lembaga, MTsA Al Islam Joresan, mengajak masyarakat Joresan untuk berjuang bersama, agar penduduk mengijinkan rumah-nya menjadi tempat belajar (menunjukkan Ghirah perjuangan masyarakat Joresan yang tinggi yang jarang dijumpai pada komunitas masyarakat umum). Penggunaan sarana rumah penduduk sebagai tempat belajar berlangsung hingga 40 tahun kemudian.

Guru-guru Al Islam mengajar dengan ikhlas, tanpa insentif, sebuah bentuk tinggginya kesadaran bila mayoritas para murid dari kalangan menengah ke bawah, SPP diberlakukan longgar, para murid dapat membayar SPP dalam bentuk amal jariyah berupa “padi”. (tradisi ini masih diberlakukan hingga kini, sebagai ibadah dan juga sebagai bentuk memorabel) meskipun SPP dan sumberdana lain telah tercukupi.

Keihlasan berjalan dengan sepenuh hati ; ada sebuah kejadian (1985) suatu ketika salah seorang guru kelas III tsanawiyah, menangis, karena beberapa murid-nya ijin tidak masuk kelas karena “Drep” (menjadi buruh tani,untuk memperoleh upah padi), guna membayar SPP Amal Jariyah, (ia trenyuh, seakan2 guru tidak ikhlas mengajar, dan membebankan anak dibawah umur untuk mencari penghasilan).

Tahun 1985; 24 Maret  : Pada peringatan haul Ke-IV Kyai Hasbulloh, bersama masyarakat Joresan yang dipelopori Kyai Usman, berdirilah Lokal di sebelah utara masjid At-Thoyyib. Diberi Nama “Gedung Ibnu Khuldun”
Penamaan Gedung di Al Islam, adalah Inisiasi KH.Mahfud Hakiem (Direktur Madrasah) sebagai symbol keilmuan dengan mengabil nama Tokoh-tokoh Ilmuwan Muslim. terinspirasi dari Gedung2 di Pondok Modern Gontor menggunakan nama Negara sebagai symbol Internasionalisasi Islam.

Ukhuwwah Diniyah dan Kebebasan
Tahun 1993 : Lembaga meminta dan menempatkan  KH.Maghfur Hasbulloh untuk kembali aktif dan memimpin Yayasan hingga beliau wafat, serta menunjuk KH.Zaenal Arifin,Lc. Selaku Direktur Madrasah. (kelak mendirikan Pondok Pesantren Al Islam di Nganjuk)

Al Islam saat ini telah berkembang  secara mandiri dengan nama Pondok Pesantren Al Islam Joresan, alumni-nya tersebar dalam berbagai strata masyarakat dengan profesi yang beragam, baik di pemerintahan maupun swasta. Nama Kyai Maghfur tetap melekat sebagai Direktur Pertama.

Filosofi Perjuangan
Dalam hal perjuangan, Kyai Maghfur selalu berpesan, mengambil 5 filosofi dari Burung Rajawali ; 1) Selalu terbang tinggi (bercita-cita tinggi), 2) Tidak pernah membangun sarangnya sendiri (akan tetapi Keluar, untuk mendorong dan membangkitkan semangat perjuangan Islam kepada siapa saja ), 3) Tidak memangsa mangsa binatang lain (tidak bergantung kepada orang lain), 4) Tidak menyisakan mangsa untuk esok hari ( tidak menumpuk untuk pribadi ; tetapi menyibukkan diri dalam pengabdian kepada umat muslim) 5) Selalu Menyendiri (memisahkan diri dari masyarakat, seolah-olah dirinya tidak ada, dengan kata lain; Ikhlas tidak perlu menampak-kan diri).

Sumber Kebutuhan Hidup (Ma’isyah) Tidak dinafikan Sumber kebutuhan hidup (ma’isyah) menjadi bagian dalam perjuangan. Kyai Maghfur, menekankan kemandirian disamping tawakkal agar santri memiliki Skill atau istilah saat ini kompetensi Keahlian, beliau mengabil filsafat “Manuk Kutut Lek Kung, Akeh sing Ngloloh” artinya : Burung Perkutut bila memiliki suara bagus, orang akan memelihara dan merawatnya secara berlebih filosofi ini didapat dari H.Ibrohim (Lurah Malo, Mojorejo)dimana Kyai Maghfur sejak kecil diasuh oleh bibinya Nyai Jauharin binti bahri (istri H.Ibrohim).

Sebuah filosofi yang saat ini baru disadari, yaitu ; penghargaan atas Profesi, karya-karya intektual, Seni, Sastra, dan Kompetensi keahlian lainnya atau dengan kata lain sumber ekonomi yang lahir dari Intangible Asset yang dimiliki seseorang.

Tinggalkan Balasan (limbat)

banner 300250

IMG-20210616-WA0011 (1)

News Feed