oleh

Konsolidasi Tertutup Oleh Gerakan Tolak Omnibus Low Gentol Jatim

harianmerdekapost.com – Para perwakilan dari elemen Serikat Pekerja/Buruh, LBH, Mahasiswa dan Kontras Surabaya, yang tergabung dalam GETOL (Gerakan tolak Omnibuslaw) Jawa Timur  tiba di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Surabaya Jl. Kidal 6 Pacar Keling, Tambaksari Kota Surabaya.

Para perwakilan Buru telah melakukan konsolidasi tertutup oleh Gerakan Tolak Omninus Law (Getol) Jati, dikikuti sekitar 55 orang dipimpin langsung oleh Habibus Salihin Kepala Bidang Buruh dan Miskin Kota LBH Surabaya, dalam rangka rencana aksi lanjutan tolak Ommibus Law, Jumat (16/10/2020) pukul 14.55 sampai dengan 18. 15 Wib.

Foto saat didalam ruangan

Adapun yang hadir dalam konsolidasi tersebut diantaranya :
Habibus Shalihin Kepala Bidang Buruh dan Miskin Kota LBH Surabaya, Dony Ariyanto KC FSPMI Surabaya, Fatkhul Khoir Sekjen SPBI dan Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Agung Wirya Saputra Koordinator Aliansi BEM Surabaya, Apin Sirait (Ketua KSPI Jatim, Andi Peci/Andi Kristiyanto (Ketua KASBI Surabaya, Pokemon /Ari Saputra (Koordinator Komite Pemuda Independen/KOPI, Syafikudin (KASBI Gresik, Denis Saniar (Koordinator Jarkom SP Perbankan, Agus Supriyanto (FSPMI Jatim, Azizah (Para medis Surabaya, Rais (BEM SI Jatim, Naning Suprawati (Aliansi Petani Indonesia/API Jatim, Frido (Aliansi Literasi Surabaya/ALS, Andre Garanico (Jarkom, Holik (KPBI Jatim, Nanang (SPN), Anthony Matondang (Koordinator SPBI Kota Surabaya, Andra (Konsorsium Pembaharuan Agraria/KPA Jatim.

Pukul 15.00 WIB Konsolidasi dan evaluasi dimulai dengan penyampaian dari masing-masing perwakilan elemen GETOL Jatim, menyampaikan rencana aksi unjuk rasa yang intinya :

Habibus Shalihin Kepala Bidang Buruh dan Miskin Kota LBH Surabaya menyampaikan pada tanggal 20 Oktober 2020 aksi dari gabungan elemen yang tergabung dalam Gatol Jatim dengan mengangkat beberapa tuntutan.

Tuntutan yang saat ini mendesak : Cabut Omnibus Law, Menuntut dan mengecam tidak represif aparat dalam penanganan aksi unjuk rasa, dan cabut undang-undang ITE karena hanya menyasar rakyat yang kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Syafikudin dari KASBI Gresik akan turun aksi pada tanggal 20, 21 dan 22 GETOL Jatim harus membuat mosi tidak percaya kepada pemerintah dan juga Holik (KPBI) KPBI Jatim akan ikut turun aksi pada tanggal 20 dan 22 Oktober 2020. Andra dari KPA Jatim KPA akan turun aksi tanggal 20 Oktober 2020, isu yang diangkat penghasilan tani cadangan untuk pangan, dan cabut Omnibus Law semua klaster.

Kemudian Agus Supriyanto FSPMI Jatim. Agenda aksi turun jalan FSPMI Jatim adalah tanggal 23 oktober 2020, Tanggal 20 dan 21 Oktober 2020, FSPMI akan ikut aksi Getol Jatim.

Dilanjutkan Apin Sirait Ketua KSPI Jatim. Agenda aksi lanjutan skala nasional KSPI adalah tanggal 23 Oktober 2020, tetapi terkait aksi tersebut sampai saat ini intruksi belum turun dari KSPI pusat, karena masih kordinasi. Tuntutan KSPI adalah penolakan dan perlawanan terhadao Omnibus Law.

Hasil pertemuan dengan Menkopolhukam dan Gubernur Jatim, bahwa aksi tolak Omnibus Law yang dilakukan oleh buruh telah ditunggangi kepetingan lain. KSPI Jawa Timur ikut perang melawan sampai di cabutnya Omnibus Law. KSPI tanggal 20, 21, dan 22 Oktober akan mendukung dan ikut aksi yang akan dilakukan oleh Getol Jatim.

Setelah penyampaian paparan hasil konsolidasi dari masing-masing organ yang tergabung dalam Getol Jatim, Denis Saniar menyampaikan kesimpulan bersama tentang rencana aksi lanjutan Getol Jatim :

Getol Jatim akan melaksanakan aksi lanjutan Tolak Omnibus Law tanggal 20 Oktober 2020, dengan sasaran aksi Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya. Pemberitahuan yang akan disampaikan ke pihak kepolisian pemberitahuan terusan yaitu aksi tanghal 20 sampai dengan 23 Oktober 2020.

Kordinator utama dalam rencana aksi tersebut Pokemon/Ari Saputra (Koordinator KOPI) dan Syafikudin (KASBI Gresik), Penanggung jawab aksi Andi Irfan (Sekjen KontraS), Koordinator lapangan masing-masing koordinator organ yang tergabung dalam Getol Jatim.

Kekuatan massa aksi dari data yang disampaikan oleh masing-masing organ sekitar 3.200 orang. Titik kumpul massa Kebun Binatang Surabaya Jl. Raya Diponegoro dan Jl. Stail Surabaya, pukul 12.00 WIB.

Pukul 14.00 WIB long march menuju Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo Surabaya. Mobil komando yang akan digunakan adalah mobil komando milik FSPMI dan milik KPBI.

Rujukan jika terjadi kerusuhan adalah RS Muhammadiyah Aisyah Pacar Keling Surabaya, dengan penanggung kawab koordinasi Andi Irfan. Posko Kesehatan, adalah Skretariat PMKRI Kota Surabaya Jl. Taman Simpang Pahlawan No. 4A Surabaya. Ambulan dengan nama abulan “Wong bodoh” 2 unit. Yang bertugas menjaga Posko Medis dari Garda Metal FSPMI.

Pukul 18.15 WIB Konsolidasi terbatas Getol Jatim selesai berjalan dengan tertib dan kondusif. Konsolidasi lanjutan yang dilakukan oleh Getol Jatim tersebut adalah dalam rangka penyampaian dari masing-masing organ yang tergabung dalam Getol Jatim terkait hasil dari Konsolidasi internal masing-masing organ.

Bahwa rencana aksi yang akan dilakukan tanggal 20 Oktober tersebut merupakan kesepakatan bersama dari perwakilan masing-masing organ yang tergabung dalam Getol Jatim.

WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
Untitlesd-1
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed