Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 02 Bangkalan Menyampaikan Klarifikasi Saat Pelepasan Siswa Siswi Untuk Ajang O2SN

Berita, Pendidikan803 Views

Harianmerdekapost.com, Bangkalan-Jatim,– Turut berpartisipasi dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMA tingkat Jawa Timur (Jatim), Kab. Bangkalan melepas 8 atlit pada 4 cabang olah raga (cabor), Ajang tersebut akan digelar di Kab. Malang, yang pelaksanaannya berlangsung mulai Selasa (08/08/2023).

Dalam ajang O2SN tersebut, SMAN 02 Bangkalan turut juga mengirimkan perwakilan dari siswa siswinya untuk mengikuti ajang tersebut, pelepasan untuk pemberangkatan siswa siswi yang akan mengikuti ajang O2SN tersebut, di laksanakan pada hari selasa, 08/08/2023 tepat pukul 09.00 wib bertempat di SMAN 02 Bangkalan itu sendiri.

Jumali. S.Pd. M.Pd., selaku kepala sekolah SMAN 02 Bangkalan yang sekaligus menjabat ketua musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA Negeri Kabupaten Bangkalan, menyampaikan keterangannya, ” kami berharap nantinya para atlit yang saat ini mengikuti ajang O2SN bisa membawa trofi juara, meskipun di lihat dari Peminatnya tidak banyak, namun saat saat ini dari yang ada untuk mengikuti ajang tersebut track recordnya pernah membawa nama baik Bangkalan, sehingga kami optimis. Ujarnya.

Melanjutkan, di sela penyampaian saat pelepasan siswa siswi untuk mengikuti ajang O2SN tersebut, Jumali, turut menyampaikan  klarifikasi kepada awak media (Tim AJIB) terkait adanya pemberitaan SMAN 02 Bangkalan, tentang kebijakan dalam pungutan biaya seragam untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Jumali menjelaskan, “dalam tahap untuk rangkaian kegiatan PPDB dari proses awal tahap pendaftaran sampai tahap daftar ulang sudah dilakukan tanpa membayar apa-apa, dari tahap 1 tahap 2 sampai selesai semua,  tahapan baru Beberapa hari kemudian yaitu di hari Selasa tanggal 11/07/2023 sampai pada  hari Jumat, baru kami melayani  pemesanan seragam.

pemesanan ada beberapa kriteria, ada orang tua yang mampu bayar penuh, yang kedua  pesan penuh Minta Cicil, ada yang ketiga Pesan penuh tapi minta keringanan, bahkan sampai ada yang pesan namun pihak sekolah menggratiskan dan yang terakhir adalah tidak pesan sama sekali. Karena pihak sekolah dari awal saat bertemu orang tua dari peserta didik, telah menyampaikan bahwasannya untuk pesan seragam dan hukumnya tidak di haruskan/wajib pesan di sekolah, silahkan bisa membeli sendiri di luar sekolah.

Kami melayani terkait pesanan seragam hanya berkisar empat hari dari Selasa sampai Jumat,  Selepas dari hari Jumat kami sudah tidak lagi melayani pesanan/pembelian seragam, terkait pemberhentian dalam melayani pesanan seragam, telah di lakukan sebelum keluarnya surat edaran moratorium, apalagi dengan adanya moratorium, saya yakin semua sekolah tidak akan berani melayani pesanan seragam.

Menegaskan dalam keterangan klarifikasinya,  ” kami memiliki alat bukti berupa rekaman video saat  menyampaikan dan menjelaskan kepada orang tua pendaftar calon didik, yang berkaitan dengan pemesanan / pembelian  seragam tersebut, karena yang menjadi tujuan prioritas utama kami dari pihak sekolah adalah bagaimana anak itu sendiri bisa bersekolah, sehingga kami pihak sekolah siap untuk bisa membantu serta memfasilitasi bilamana ada calon anak didik dalam keadaan tidak mampu.

Contohnya, adanya pendaftar yang tidak melanjutkan untuk daftar ulang, kami pihak sekolah menghubungi pendaftar tersebut guna bertanya alasan tidak ikut daftar ulang, Pendaftar tersebut mengatakan tidak memiliki biaya untuk membeli seragam, tapi tetap kami anjurkan untuk tetap ikut daftar ulang dan tidak usah bingung dengan biaya seragam, karena pihak sekolah akan membantu terkait hal tersebut, tujuannya agar anak tersebut tetap bisa bersekolah.

Karena Saya (jumali) selaku Kepala sekolah bersama jajaran guru dan staf di SMAN 02 Bangkalan telah berkomitment untuk bisa semaximal mungkin memberikan pelayanan terbaik guna meraih prestasi yang sebanyak banyaknya, Tegas. Jumali.

(PD)