oleh

Kepala desa (Kuwu) Cikulak Kecamatan Waled Mendukung Petani Sangat Mulia di Tengah Pandemi Covid 19.

Harianmerdekapost.com Cirebon Jabar- Petani di Cikulak, Kecamatan Waled, Kabupaten Kabupaten jadi para petani ini bisa diibaratkan seperti Pahlawan tanpa tanda jasa. Sebutan itu pantas diberikan kepada yang bekerja dengan semangat dan kerja keras menanam padi yang hasilnya menjadi makanan pokok bagi masyarakat.

Kita juga sering melihat sosok petani terlihat pe­nam­pilannya yang sederhana, kotor, dan penuh lum­pur karena menggarap padi di sawahnya.

Salah satu petani Desa Cikulak, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon tidak mau menyebutkan namanya menyampaikan, pekerjaan sebagai petani sangatlah mulia. Karena pe­tani merupakan garda terdepan dan ujung tombak menanam padi agar menghasilkan beras yang bagus dan baik.

“Setiap hari petani harus menjaga dan mem­bersihkan sawah dari gangguan hama, belum lagi harus berperang dengan burung pipit yang setiap harinya memakan padi. Namun demikian, kebutuhan sehari-hari masyarakat tetap harus terpenuhi. Kebutuhan untuk makanan utamanya.Petani lah yang jadi garda terdepan untuk menangani masalah ini,” katanya.

Ia mengatakan, keberhasilan panen padi di Desa Cikulak berkat dukungan Kepala Desa (Kuwu) Cikulak H. Yusnaedi. Kepala Desa (Kuwu) ikut turun tangan mendukung petani yang selama ini di anak tirikan oleh Pemerintah setempat.

Kepala Desa (Kuwu) Cikulak H. Yusnaedi ST saat dihubungi lewat Whatsapp-nya menyampaikan, di tengah terpaan pandemi Covid-19, para petani di seluruh Indonesia khususnya Desa Cikulak tetap berjuang memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Para petani yang ada di Kabupaten Cirebon pun terus berjuang dalam menjaga stok pangan di tengah isu terkini yang sedang merebak. Mereka tetap beraktifitas seperti biasa meski sedang genting-gentingnya wabah Covid-19 yang menghantui semua masyarakat di wilayah Kecamatan Waled.

“Tanpa kita sadari mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang siap menjaga kebutuhan pokok semua orang. Namun lagi-lagi para petani kadang dianak tirikan tanpa ada bantuan dan tinjauan dari dinas-dinas terkait. Pemerintah daerah seakan tidak hadir di tengah kegalauan para petani saat ini,” katanya.

Nurhari

News Feed