oleh

Kembangkan SDM, UNIKI Terima Santri Al Manna Bireuen

Harianmerdekapost.com-Aceh, Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Kabupaten Bireuen, Prof. Dr. Apridar, S.E., M.Si bersama dengan Pimpinan Yayasan Al Manna Bireuen, Tgk. Sulaiman, S.Pd menandatangani naskah nota kesepahaman sebagai bukti perjanjian kerja sama yang meliputi Penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Selasa (8/06/2021).

Pimpinan uniki foto bersama dengan Pimpinan al-manna Bireuen (8/6).

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Yayasan Al Manna, Jalan Irigasi Gampong Bireuen meunasah Tgl Digadong Kabupaten Bireuen, yang dirangkai dengan kegiatan Kuliah Umum oleh Rektor UNIKI.

Amatan media, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian UNIKI sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, sesuai dengan visi dan misinya, untuk membantu pendidikan anak bangsa, termasuk di pasantren atau dayah, seperti yang dikelola oleh Yayasan Al Manna tersebut.

Rangkaian kerjasama diteruskan dengan penandatangan perjanjian aksi yang akan disandingkan antara SDM dan Potensi Al Manna dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKI.  Dengan menerima para santri dan remaja asuhan Al Manna mengikuti kuliah pada Program Studi Manajemen dan PS Pendidikan Jasmani Olahraga yang dimulai pada tahun ini, baik untuk jalur Beasiswa, Kip Kuliah, dan jalur Mandiri subsidi.

Menurut keterangan pimpinan Al Manna, sampai saat ini sudah terdaftar 45 calon mahasiswa untuk jalur KIP Kuliah dan Beasiswa UNIKI, serta satu kelas belajar untuk para ustaz atau tengku di Yayasan Al Manna, sebut Tgk Sulaiman.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Win Konadi, M.Si, menyatakan pada awak media, ditahap awal ini selain menerima mahasiswa dari Al Manna, juga kedua pihak akan melaksanakan program pelatihan dan pengabdian bersama, sesuai dengan kebutuhan lembaga dan masyarakat.

Rektor UNIKI, Prof. Apridar, menyahuti kerjasama yang dilakukan tersebut, dengan rasa senang dan merasa terhormat.  Karena, Yayasan Al Manna yang merupakan salah satu pusat kegiatan belajar anak muda di kota Bireuen ini sangat kreatif dan berpotensi untuk maju, sebut Apridar.

Penulis buku “Model Ekonomi Islam” ini lebih lanjut menyatakan, akan serius membantu Al Manna, sebagai bentuk ibadah dan melaksanakan tri darma perguruan tinggi, baik membantu pendidikan para pengurus dan santri atau siswa yang ada di Yayasan Al Manna tersebut.

Karena memang, program saya di UNIKI salah satunya dalam mencapai visi dan misi UNIKI, memberi warna keislaman bagi kampus UNIKI.  Makanya, kami terus menggalang program bekerja sama dengan dayah atau pasantren dan Yayasan Sosial Keislaman, dalam bidang pendidikan di nanggroe syariah ini.  Dan ini juga dicanangkan oleh Bupati Bireuen, menjadikan Bireuen sebagai Kota Santri, tutup Apridar.

Dalam kuliah umumnya, Prof Apridar menyinggung bahwa, ada sekelompok orang yang dengan tidak ada alasan, memilah ilmu dalam kategori ilmu dunia dan ilmu agama.  Padahal menurut saya, dan hal ini diajarkan oleh Islam, bahwa semua ilmu itu adanya dari sang Khalik.  Tidak bisa kita beda-bedakan, yang ini untuk agama, dan yang itu untuk dunia, urai Apridar.

Oleh karenanya, UNIKI bagian dari lembaga pendidikan yg berorientasi pada menyiapkan SDM yg islami dan ibadah. Kita hidup perlu bersosialisasi saling membantu, maka UNIKI terus melakukan dan menjalin kerjasama semua bidang dalam rangka untuk penguatan institusi di satu pihak, dan beribadah dalam mengembangkan SDM, tambah Prof Apridar.

“Kita hidup perlu ilmu, karena dengan ilmu ini kita akan selamat, selamat dalam membuat kebijakan, selamat dalam hidup, dan selamat nantinya dari azab.  Ilmu akan menolong kita dari kesalahan yang tidak perlu, dan hal ini diharapkan kepada semua muslim harus memiliki ilmu. Baik untuk beribadah kepada Akhlak, maupun untuk kehidupan di dunia.
Harapan kita semua, dengan berkolaborasi antara Uniki dgn Yayasan Al Manna ini, merupakan bagian dari ibadah kita dalam mengembangkan peradaban manusia dan kehidupan secara adil dan berdaya guna”, tutup Apridar. (Wardi)

IMG-20210616-WA0011 (1)

News Feed