ITS Dan Derktorat Kemahasiswaan ITS Latih Mahasiswa Jadi Relawan Covid 19

 

Surabaya,harianmerdekapost.com –
Implementasi Nilai Kebangsaan dan Semangat juang 10. Nopember ,PP IKA ITS dan Direktorat Kemahasiswaan ITS latih Mahasiswa menjadi relawan Covid-19, Seolah menepis stigma sebagai kampus teknik yang fokus pada urusan teknik, Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (PP IKA) ITS, melalui Kompartemen Kebencanaan dan Kompartemen Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS menyelenggarakan “Pelatihan Relawan Mahasiswa ITS Program Pendampingan dan Edukasi Peduli Covid-19”. Kegiatan ini dikuti oleh 25 mahasiswa aktif ITS, diselenggarakan pada tanggal 14-15 Agustus 2020. Pelatihan yang bertempat di gedung Student Advisory Center (SAC) kampus ITS Sukolilo. (16/8/2020)

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor 1 (WR 1) ITS, Prof. Dr. Ir. Adi Soeprijanto, M.T. Dosen Departemen Teknik Elektro ini mengatakan bahwa Kampus dan Civitas Akademika dalam kondisi pandemi Covid-19 memiliki andil dan peran langsung untuk bersama-sama berjuang dengan masyarakat melalui masa pandemi. Oleh karena itu beliau menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan mulia, untuk memberikan dampak langsung ke masyarakat umum. Selain itu, acara ini juga ikut dibuka oleh sejumlah perwakilan dari IKA ITS, di antaranya adalah Mujiaman, ketua harian IKA ITS. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur PDAM Kota Surabaya ini menegaskan bahwa Alumni ITS siap mendukung dan melakukan sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk membantu penanganan bencana khususnya di Kota Surabaya.

Pernyataan tersebut juga diamini oleh Fadjroel Rahman, aktivis pergerakan yang saat ini menjabat sebagai juru bicara presiden. Hadir memberikan wawasan kebangsaan secara daring, Doktor Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Indonesia ini menyampaikan bahwa kehadiran para relawan saat ini sangat membantu Tim Satgas Pengendalian Covid maupun Tim Satgas Pemulihan Ekonomi. Dan sebagai bagian dari 5 pilar penanganan Covid-19, keterlibatan kampus, civitas akademika, dan para alumninya sangat dibutuhkan oleh negara.

 

Foto Kemahasiswaan ITS saat Latih Jadi Relawan Covid 19

Selama 2 hari, peserta mendapatkan pembekalan secara teori maupun praktek. Materi-materi tersebut meliputi pengenalan terhadap Covid-19, protokol penanganan, sampai praktek dan simulasi teknik-teknik penanggulangan bencana berbasis komunitas. Menggandeng pemateri-pemateri berpengalaman seperti Dr dr Christijogo Sumartono SpAn (Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga), Mucharam, SKep, Ns, Mkep (PPI RSUD dr Soetomo), dan TFK (Task Force Kemanusiaan) Kantin ITS yang sudah berpengalaman dalam pengorganisasian penanggulangan bencana, acara ini sangat menarik animo dari sekitar dua puluhan mahasiswa yang menjadi peserta.
Dr Christ yang merupakan pakar Virologi khsusunya Covid-19 memjelaskan secara gamblang tentang tipologi dan ciri khas virus terbut, yang walaupun tingkat kematiannya di Indonesia masih 5 %, perlu untuk diwaspadai dan dipahami oleh para relawan sehingga tidak salah dalam melangkah. Sedangkan Cak Mucharam secara detail memberikan bekal para relawan untuk menggunakan APD secara baik dan benar dari level terendah hingga level tinggi untuk konsidi-kondisi lingkungan Covid-19 yang sangat penting untuk menjaga rule pertama relawan, yaitu menempatkan kesehatan, keselamatan dan keamanan relawan sebagai syarat utama dan pertama, tidak bisa ditawar. Kawan-kawan Task Force Kemanusiaan Kantin ITS yang digawangi Radian Jadid dan Yazi Basthomi berbagai pengalaman riil selama di lapangan berinteraksi, memberikan dampingan dan edukasi kepada para penyintas covid-19 beserta keluarga dan lingkungan masyarakat sekitarnya serta relasinya dengan Puskesmas maupun tempat bekerja mereka. Sharing pengalaman ini penting untuk membekali dan menguatkan relawan untuk tidak ragu dan mempunyai motivasi yang kuat dalam memberikan layanan terbaik untuk masyarakat sebagai kontribusi mengatasi pandemi covid-19 secepatnya.

Yeyes Mulyadi, S.T., M.Sc., Ph.D, perwakilan dari Ditmawa ITS sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa yang mengikuti program ini. “Banyak sekali ide-ide segar dari peserta yang bahkan membuat kagum para pembicara kita,” serunya. Agar menghasilkan apresiasi dan manfaat secara nyata, selain memberikan Sertifikat untuk Satuan Kredit Ekstrakulikuler Mahasiswa (SKEM), ITS juga akan berupaya memfasilitasi ide-ide segar tersebut. “Kami akan carikan dosen pembimbing yang tepat, agar ide-ide segar ini bisa segera diimplementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat, dan tentunya akan kami arahkan juga untuk diikutkan dalam PKM agar bisa sampai ke tingkat nasional dan memberi dampak lebih luas,” ujar dosen Fakultas Teknologi Kelautan ini penuh semangat.

Jurnalis (syt)