Ibu Sedang Terima Telepon, Anak Kecebur Got di Jalan Tambak Mayor Surabaya

banner 300250

banner 300250

Surabaya, harianmerdekapost.com- Gara -gara sang ibu terima telepon, tidak mengawasi anaknya, Rodyah (22) tahun pingsan karena kehilangan anak belita bernama Nasril (4) tahun ini hilang usai kecebur saluran drainase got di Jalan Tambak Mayor Kecamatan Asemrowo Surabaya, pada hari Sabtu tanggal 4 April 2020, sekira pukul 18.30 Wib.

Sedangkan anak pertama bersama sang suami Saipul (23) tahun ini pun hanya tinggal kenangan. Menurut Fitri (25) tahun tetangga korban, meceritakan pada saat itu hujan lebat selama dua jam lebih. Ibu dan anak ini pun pergi hendak membeli pulsa.

“Jarak kios pulsa dengan rumahnya sekitar satu kilometer. Mereka tadinya berjalan bergandengan. Tetapi tangan sang ibu dan anak itu terlepas usai dapat panggilan telepon. Padahal jalan raya masih basah dan ada genangan air. Sehingga lubang got (drainase, red) pun tak nampak jelas,” kata warga yang engan disebut namanya kepada harianmerdekapost.com di tempat TKP tersebut.

Tak berselang lama, sang ibu yang sibuk mengoperasionalkan ponsel pintar ini pun kaget. Anak lelaki balitanya tercebur tercebur ke saluran got dan dengan cepat menghilang karena keseret arus deras air drainase. Kemudian sang ibu berteriak minta tolong kepada warga sekitar terlontar jelas, tak lama kemudian warga turut mencari Nasril anak kelas dua Sekolah Dasar ini. Warga juga langsung memanggil nomor darurat 112 untuk maporkan kejadian ini.

“Tak berselang lama petugas datang dan bersama warga mencari korban. Tapi sampai sekarang (Minggu 4/4/2020)  korban belum ditemukan. Pihak keluarga, masyarakat dan petugas membantu mencari. Bahkan dilakukan pembongkaran beton penutup saluran menggunakan alat berat,” lanjutnya.

Tak hanya alat berat pun datang untuk membantu. Bahkan mobil Dinas Pemadam Kebakaran juga dikerahkan untuk menyedot air. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi debet air yang tinggi dan diharapkan membuat pencarian korban lebih mudah.

Kepala Bidang Operasional Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Bambang Vistadi menjelaskan, ada mobil damkar yang diterjunkan dan petugas juga dikerahkan untuk membantu pencarian korban. Sedangkan mobil pemadam yang diterjunkan ada dua mobil ukuran besar dan dua alat berat untuk membongkar beton jalan. “Korban belum ditemukan dan kita masih upayakan Pencarian sudah dilakukan sekitar 12 jam lebih. Kita doakan semoga segera ketemu.

Pada hari minggu tanggal 5 April 2020. Menurut penuturan salah satu saudara korban tersebut telah diketemukan sekira jam 13.00 Wib, warga, Tim Sar, dan Tim pemadam kebakaran dengan menggunakan pompa air PMK. Sempat terjadi salah pendapat / persepsi pihak keluarga korban dan petugas Kepolisian, karena pihak keluarga tidak menghendaki jenasah di bawah ke rumah sakit takutnya nantik di otopsi,

“Karena anak tersebut murni tercebur kadam di selokan / sungai, sedangkan apabila kematian tidak wajar baru jenasah wajib di otopsi di rumah sakit,” tuturnya.  (Ri/Yek/Red)

banner 300250