Hj. Cut Nyak Rizayati Tiba di Australia, Selain Ditepung Tawari Anak Murid Abu Tumin Dan Dijamu Makanan Kuliner Khas Aceh

Berita275 Dilihat

Harianmerdekapost.com, Australia – Dalam kunjungan kerjanya ke Negara Australia, Pengusaha muda perempuan asal Bireuen, Aceh, Dr. Hj. Cut Nyak Rizayati SH MM bersama suaminya H. Imran Abdul Hamid ikut Ditepung Tawari atau Peusijuk oleh salah satu murid Ulama Besar di Aceh, Tgk. H. Muhammad Amin Mahmud atau yang sering disapa Abu Tumin di Australia, pada Sabtu, (26-11/2022).

Hal itu disampaikan Hj. Cut Nyak Rizayati juga pengusaha nasional Indonesia asal Serambi Mekkah, Aceh kepada media ini Sabtu sore waktu setempat, (26/11)

“Alhamdulillah dengan rasa syukur dan haru,pada hari ini saya bersama suami kembali diundang dan dipeusijuk oleh murid Alm Abu Tumin, yaitu Tgk. Umar Khalid di Australia,” sebutnya

Penggagas Program Indonesia Terang ini mengatakan bahwa dirinya diundang langsung oleh Tgk. Umar Khalid yang mengetahui dirinya sedang ada agenda kunjungan kerja di negara Australia.

“Saya mendapatkan pesan dari beliau untuk berkunjung ke kediamannya yang ada di Australia untuk menggelar silaturahim sekaligus beberapa agenda kerjasama lainnya yang dilakukan di Australia,” terangnya Cut Nyak Cahaya Jeumpa sering dijuluki

Adapun agenda kunjungan ke Pesantren Baabussalam, diantaranya shalat magrib bersama, peusijuk Hj. Rizayati bersama suaminya, diskusi bersama pimpinan majelis taklim Baabussalam, dan makan malam bersama.

Pada kegiatan Peusijuk, Hj. Cut Nyak Rizayati mengaku sangat terharu hingga ia menangis karena kembali teringat sebelumnya ia juga pernah di Peusijuk langsung oleh Almarhum Abu Tumin di Bireuen pada tahun 2020 silam.

“Saya sangat terharu dan kembali teringat dengan Almarhum Abu Tumin yang juga pernah tepung tawar saya bersama suami di Bireuen pada tahun 2020 silam,” ucapnya seraya menangis.

Hj. Cut Nyak Rizayati yang juga Presiden Partai Indonesia Terang mengatakan bahwa banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut yang dihadiri oleh ratusan warga Aceh yang berada di Australia. Menurutnya, warga Aceh yang berada disana sepakat untuk mendirikan pesantren yang merupakan cabang Pesantren Baabussalam.

Hal ini disepakati karena ada 300 warga Aceh yang berada disana terdiri dari pengusaha dan profesi lainnya sering membuat kelompok pengajian atau majelis taklim di hari libur. Untuk itu, mereka pun berinisiatif membangun dayah atau pesantren disana sebagai penerus dakwah ilmu agama yang telah diwariskan Ulama Besar Aceh, Abu Tumin.

“Ada ratusan warga Aceh berada disana dan mereka sepakat untuk mendirikan dayah atau pesantren agar ilmu agama tersebar di berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Selanjutnya, Hj. Cut Nyak Rizayati pun menegaskan siap mendukung dan membantu dalam rencana mulia ini melalui program Indonesia Terang kedepannya.

“InsyaAllah saya siap mendukung dan membantu program yang sangat mulia ini karena ini juga salah satu wasiat dari Alm Abu Tumin untuk terus menebarkan ilmu agama Islam dimanapun kita berada,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Hj. Cut Nyak Rizayati mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Tgk. Umar Khalid dan seluruh warga Aceh yang berada disana karena sudah menyambut dan menjamu kehadirannya dengan baik serta sangat mulia.

“Terimakasih kepada Tgk. Umar Khalid dan warga Aceh lainnya yang sudah menyambut dan menjamu kedatangan kami dengan sangat baik. Semoga tali silaturahim dan silahturahmi ini bisa terus terjalin kedepannya dengan menghasilkan berbagai ide dan gagasan untuk mendapatkan harapan Ridha Allah Swt,” harapnya

Kegiatan diakhiri dengan sajian makanan dan minuman bersama dengan berbagai menu Kuliner khas Aceh, salah satunya Kuah Pliek,ditambah ikan asin, Kue Timpan dan minum Kopi Khas Gayo Aceh(Iqbal)