Gerakan Masyarakat Mandiri Cegah Covid-19

-Berita-120 Dilihat
banner 300250

Surabaya, harianmerdekapost.com –
Bencana Covid-19 di Indonesia sudah menjadi permasalahan bersama. Tidak hanya pemerintah, warga masyarakat diharapkan juga dapat bergandeng tangan berpartisipasi dalam rangka waspada, tanggap sekaligus melakukan aksi. (25/3/2020)

Tergerak atas dasar kepedulian dan kemanusiaan, maka sudah seharusnya masyarakat menginisia upaya pencegahan tersebut. Untuk itu perlu upaya riil edukasi dan gerakan ke masyarakat untuk mengabil pera aktif dan mandiri. Tidak harus menggantungkan ada pihak lain/pemerintah, mengingat luasan wilayah dan keterbatasan support effort pemerintah.

Dalam melakukan geraka bersama cegah COVID-19 ini perlu prioritas dan urgensi mengingat luasan dan karakteristik kewilayahan di Indonesia yang tidaksemua bisa dijangkau/tertangani. Ada prioritas dan urgensi bagaimana mengcover wilayah2 yang tidak tersentuh oleh pemerintah. Untuk itu diperlukan berbagai bentuk koordiansi dan kolaborasi dengan semua elemen yang telah bergerak.

Penyemprotan di kawasan Ribat Al Ibadah Al Islami – Tambak Bening dan Masjid Rakyat Tambak Bening (asuhan Gus Luthfi /Belakang RS Suwandi). ini sekali lagi hanyalah sebuah inisiasi kegiatan awal saja un tuk sedlanjutnya bisa diclonning dan dilakukan kelompok masyarakat di RT, RW, Kelurahan dan berbagai kota/kabupaten.

Geraka bersama cegah COVID-19 yang digarap bareng bareng elemen masyarakat : Task Force Kemanusiaan Kantin ITS, Santri-santri Ribat Al Ibadah Al Islami – Tambak Bening, Sekolah Rakyat Kejawan, Mahasiswa ITS, , Rumah Swadesi dan masyarakat umum serta Media.

Selanjutnya akan ada edukasi ttg semprotan mandiri, kebersihan diri (ternatif hand sanitizer) dan juga bagaimana masyarakat secara mandiri bisa mengatasi kebutuhan kesehatannya sendiri. Kalu tiap individu dan keluarga sudah berpikir dan berprilaku sehaa, maka secara komunal akan didaptkan hal yang sama di lingkungannya.

Gerakan Masyarakat Mandiri cegah Covid-19 yang diselenggarakan kelompok Masyarakat ini diharapkan dapat menjadi secercah harapan bagi masyarakat di tengah beragamnya kabar, isu, tanggapan dan sikap atas Pandemi Covid-19. Setidaknya hal ini menjadi aksi nyata sebgai kontribusi untuk bangsa dan diharapkan menjadi inspirasi, contoh dan pemicu bagi komunitas lain untuk melakukan hal yang serupa.

” Kalau gerakan ini bergulir, massif dan berkelanjutan, yang bisa diadopsi oleh kelompok masyarakat lainnya dan dilakukan secara serentak di wilayah RT, RW, Kelurahan, Kecamatan dan kota/kabupaten diseluruh Indonesia, maka upaya pencegahan Covid-19 akan lebih efektif dan diharapkan dalam wantu yang tidka lama wilayah Indonesia bisa bebas dari Covid-19,” terang ,Radian Jadid
(Ketua Task Force Kebencanaan Kantin ITS)

Editor: Bairi
Jurnalis: (syt)

banner 300250