oleh

Gara – gara Covid 19, Program Dokter Muter Senilai 1,6 M “Macet” 

Harianmerdeka.post.xom Jatim, Lumajang – Pandemi Covid 19 Masih belum ada tanda tanda akan berakhir tapi bangsa indonesia bahkan dunia tetap berusaha memutus mata rantai penyebarannya dan salah satunya mensukseskan Vaksin covid 19 untuk masyarakat yang di canangkan  Nasional, dalam arti masyarakat harus selalu menjaga kesehatan selama belum mendapatkan vaksin terobosan dari dinas terkait sangat dinanti tidak harus tunggu bola.

Pengadaan 2 unit Ambulance diakhir tahun 2020 seperti diberitakan merdeka post sebelumnya dengan nilai biaya 1,6M , Sebenarnya sangat mempunyai peran dalam menunjang kesehatan masyarakat khususnya pelosok desa sesuai Tujuannya,

Namun Program Dokter Muter tidak terlaksana setelah Mobil Ambulance tersedia di DInas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas mempunyai banyak alasan terkait datangnya 2 unit Ambulance peruntukan Program Dokter Muter tersebut

Foto : salah satu unit mobil ambulan program Dokter Muter

Dr Bayu Wibowo kepala dinas Kesehatan beralasan” Regulasinya antara lain membatasi acara –  acara yang berpotensi pengumpulan orang yang sangat beresiko penularan virus covid 19, termasuk di sekolah, di rumah ibadah, acara – acara di masyarakat, termasuk POSYANDU dan kegiatan – kegiatan rutin di bidang kesehatan termasuk pembatasan pelayanan kesehatan untuk melindungi NAKES dan Masyarakat terhadap penularan virus covid 19,” tuturnya.

Lanjutnya “atas dasar itu maka Kegiatan dokter muter untuk “SEMENTARA” kita tunda sampai situasi terkendali setiap pengumpulan masyarakat berpotensi penularan virus harus kita hindari, Mulai bulan Maret rencana pemerintah sudah mulai melakukan vaksinasi kepada masyarakat umum rencana akan kami fungsikan untuk sosialisasi dan pelayanan dalam rangka mensukseskan vaksinasi covid 19″, jelasnya via whatsapp.

Masih penjelasan Dr Bayu Wibowo” Edukasi kepada masyarakat bisa melalui berbagai media, medsos, langsung oleh semua elemen termasuk teman temen media justru lebih efektif dan aman untuk nakes, saya kira sekarang sudah banyak elemen dan media yang sosialisasikan dalam hal gugus tugas petugas kesehatan fokus di penanganan dampak kesehatan mulai tracing, testing, treathment ini sudah memakan tenaga pikiran dan sumberdaya di puskesmas dan Dinkes hal – hal lain harus oleh masyarakat bersama sama lintas sektor lain sudah berbagi peran”,tambahnya.

Dicky Agung Setyobudi, SE Ketua Laskar Nusantara BPC Lumajang ikut bersuara terkait macetnya Program Dokter muter” Program ini sangat tepat di waktu kondisi pandemi sekarang karena ketakutan masyarakat datang ke puskesmas atau Rumah sakit dan apabila beralasan takut ada kerumunan adalah kurang tepat, kan ada Sat pol PP untuk membantu mendukung program ini “, ujarnya

Lebih lanjut Ketua Lanusa Lumajang ” Tender Bulan agustus di tengah masa pandemi Mobil ambulance datang bulan desember alasan kerumunan dan takut Nakes terpapar covid 19, 1,6 Milyar untuk 2 ambulance dan tidak ada solusi untuk program ini bahkan berhenti, sedangkan saat pengadaan jalan terus lalu program berhenti dengan banyak alasan”, tambahnya.

Dr Bayu wibowo menjelaskan bahwa program dokter muter sudah di anggarkan tahun 2019 dan pelaksanaan 2020
” Pengadaan ambulan dokter muter dimulai dari rencana pengadaan yang dilakukan 2019 dan disahkan dengan perda APBD th 2020 pada bulan Nopember 2019 yang waktu itu belum terjadi pandemi Covid 19 yang dimulai bulan Maret 2020 dan semua negara tidak dapat prediksi sampai kapan akan terjadi namun semua negara berharap pandemi tidak dalam waktu yang panjang”,Tambahnya

” Sehingga rencana pengadaan mobil dokter muter yang sudah melekat di DPA Dinas kesehatan yang telah disahkan DPRD tetap harus dilaksanakan sesuai aturan yang jadwal pengadaan selesai di bulan September”, jlentrehnya.

Sekretaris Dinas kesehatan Ester berkomentar terkait dokter muter ” Berkas CV Kana Surya Gemilang pemenang tender program dokter muter di minta oleh BPK karena ada alat gigi yang rusak mungkin dalam minggu minggu ini datang penggantinya dan mobil ambulance ini datang pada bulan Desember bukan September dan pihak ketiganya kena pinalti karena ada keterlambatan “, pungkasnya. (AN).

WhatsApp Image 2021-02-26 at 08.31.53
iklan 19-02-2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed