Galian Tanpa Perijinan Masih Tetap Terus Berjalan.

Sampang, harianmerdekapost.com- Di duga Kegiatan penambangan galian C di desa bira tengah dusun Juk roni kecamatan Sakobanah yang berdampingan dengan desa tetangga yaitu Tobeih timur tak memiliki izin atau legal.

Terindikasi tidak punya izin seolah-olah kebal hukum, sehingga kegiatan galian C selama ini tetap berjalan dengan aman tanpa ada rasa cemas sedikitpun.

Tambang galian C tersebut nekat beroperasi meski belum mengantongi izin. Penambangan tersebut berjalan selama kurang lebih setahun lamanya dan sudah meraup keuntungan ratusan juta rupiah.

Dari pantuan wartawan harianmerdekapost.com, tambang Galian C ini berlokasi di Jln. Juk roni Kecamatan Sakobanah Kabupaten sampang ini, Diketahui tambang ini sudah lama beroperasi dan sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sekitarnya.

Menurut informasi yang dihimpun oleh tim media harianmerdekapost.com, galian ini sudah lama beroperasi meskipun beberapa tahun kebelakangan ini ironisnya pengelola galian C tersebut tak merasa takut sedikit pun walaupun tak mengantongi perizinan kami menduga galian C tersebut ada yang membekengi.

Meskipun terus di pantau oleh awak media dan telah menjadi polemik di tengah masyarakat dan membahayakan jalan lingkungan, namun penambangan galian C yang diduga tak berizin alias Ilegal ini tetap biasa beroperasi di daerah tersebut.

Berdasarkan Pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan batu uruk dan Batu sertu disebutkan, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan atau Izin Usaha.

Pertambangan Khusus (IUPK) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 Milyar.

Selain izin IUP dan IPR, pengelola juga harus memiliki izin khusus penjualan dan pengangkutan sesuai Pasal 161 UU No 4 Tahun 2009.

Saya berharap aparat setempat untuk menindak tegas persoalan ini karena sudah banyak masyarakat yang merasa tidak nyaman atas gangguan jalan lingkungan yang disebabkan adanya Galian C ini. (RHM)