oleh

Duhai Tuan, Adakah Kau Menggigat Perbincangan Terakhir Kita

harinmerdekapost.com – Ada yang tak sengaja kau tinggalkan di atas meja serambi malam itu, buatku bertanya-tanya tentang maksud yang terselip di dalamnya; seduhan kopi belum sempat tersentuh …

Kini menjadi dingin, menunggu kepulangan mu membawa gumpalan rindu nan gebu

Ke mana gerangan udara menyeret mu tuan? Sedang senyummu masih melengkung dalam bola mataku. Seiring desir angin dingin; ku tatap dari balik jendela, se raut bimbang meratap harap

Duhai tuan, adakah kau mengingat perbincangan terakhir kita?

Saat kau berkisah perihal pucuk-pucuk cemara nan hijau di dadamu tengah menyejukkan lapangnya kemarau.

Mungkin kau lupa bahkan sengaja menghilang, sebab tak ingin terikat sebuah janji yang hampir saja ku tawarkan

Pulanglah tuan ke pangkuan malam ini, ada sebuah ranah gersang menanti kau jamah penuh lembut, sirami sekujur tubuhnya dengan gelora romansa seperti yang pernah kau berikan dahulu

Dalam haru, denyut hadirmu adalah satu yang didamba sepanjang musim di balik jendela kamar, ingin dipetik namun hanya jemari mu yang kui zinkan menemui nya. (Red)

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed