oleh

DUGAAN PUNGLI DI SMPN 1 KALIPURO, ARM MEMINTA INFORMASI DAN PENJELASANNYA.

Banyuwangi, harianmerdekapost.com Aliansi Rakyat Miskin (ARM) meminta Informasi dan Penjelasan Atas Dugaan Pungli di SMPN 1 Kalipuro kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort Kota (Kapolresta) Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin.

Selain itu ARM juga mendesak Kapolresta Banyuwangi profesional dan transparan dalam mengusut dugaan pungli di SMPN 1 Kalipuro tersebut.

“Aliansi Rakyat Miskin meminta Informasi dan Penjelasan Atas Dugaan Pungli di SMPN 1 Kalipuro kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort Kota (Kapolresta) Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin. Selain itu juga mendesak kepolisian profesional dan transparan dalam mengusut dugaan pungli di SMPN 1 Kalipuro tersebut,” desak Helmi saat ditemui di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (15/10).

Untuk diketahui, Helmi yang juga Ketua Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) sebelumnya telah mendatangi SMPN I Kalipuro berdasarkan laporan wali murid terkait penarikan dana UNPBK dan biaya perpisahan senilai Rp. 580.000 yang diduga tidak transparan.

“Saya diminta bayar uang UNBK dan biaya Perpisahan sebesar saya Rp 580.000 dan saya bayar lunas dan ada kwitansinya cuma tidak saya bawa ada di rumah, kemarin saya dikasih amplop oleh anak saya katanya pengembalian biaya UNBK setelah saya buka cuma berisi uang Rp. 50.000, saya heran dan kaget saya cuma ingin pihak sekolah transparan aja terkait dana senilai 580 ribu tersebut,” Ungkap Nita dengan nada kecewa saat dikonfirmasi wartawan di SMPN 1 Kalipuro saat itu, Rabu (29/07/2020).

Padahal jelas dimasa pandemi Covid-19 UNBK dan perpisahaan ditiadakan dan berdasarkan hasil musyawarah dengan para orang tua siswa dan wali murid sepakat untuk mengawal dugaan pungli ini sampai tuntas.

Penyidik Polresta Banyuwangi juga telah memanggil dan memeriksa 10 saksi diantaranya mantan Kepala Sekolah, Bendahara sekolah, panitia UNBK dan perpisahan serta penyedia barang dan jasa.

“Kami telah memanggil dan memeriksa 10 saksi diantaranya mantan Kepala Sekolah, Bendahara sekolah, panitia UNBK dan perpisahan serta penyedia barang dan jasa,” Terang Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP. M. Solikin Fery, SIK dikonfirmasi Via WhatsApp, Selasa (08/09/2020).

Berdasarkan hasil musyawarah dengan para orang tua siswa dan wali murid, Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi bersama Aliansi Rakyat Miskin sepakat untuk mengawal dugaan pungli ini sampai tuntas.

“Berdasarkan hasil musyawarah dengan para orang tua siswa dan wali murid, Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi serta Aliansi Rakyat Miskin sepakat untuk mengawal dugaan pungli ini sampai tuntas,” Pungkas Helmi
(Oye’x)

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed