oleh

Dr. Arif El lmrani: Mundur Selangkah Untuk Maju Seribu Langkah Pidato Pelantikan Pengurus ponpes YTP, Kertosono, Nganjuk. Bagian 1 Laporan: Sudono Syueb

Nganjuk,harianmerdekapost.com-Alhamdu lillahi hamdan syakirin wassholatu wassalamu ala nabiyyina muhammadin, wa ala syairin nabiyyin, wa syaairisshohabati wattabiin wattabiinattabiin wa man tabi’ahum ila yaumiddin. Waba’du…

Qalallahu ta’ala fi kitabihil karim
Fainna ma’al usri yusron, inna ma’al usri yusron.
Sesungguhnya bersama kesulita itu ada kemudahan
Ditegaskan lagi sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan

Kata kesulitan/usrun tercantum dalam al Quran sebanyak 12 x, sedang kata kemudahan/yusrun ada 36 x, tiga kali lipat lebih banyak dari kata kesulitan. Apa artinya? Artinya kita tidak boleh pesimis menghadapi hidup ini. Kita harus selalu optimis.
Tadi ada istilah,
Tawa dan tangis,
Senyum dan tangis. Betul senyum dan tangis?
Ketahuilah istilah senyum dan tangis itu bahasa pesimis. Seharusnya tangis dulu baru senyum. Usrin dulu baru yusrin. Bahasa lndonesia itu bahasa pesimis. Seperti suka-duka، yg betul, duka-suka. Maju-mundur, yg benar adalah mundur- maju. Mundur maju itu bahasa domba. Domba itu kalau mau menyerang, mundur dulu baru maju. Mundur selangkah untuk maju seribu langkah.
Rasulullah hijrah dulu, baru bisa menguasai Makkah.
Ada lagi istilah siang-malam, itu bahasa pesimis juga. habis terang lalu gelap. Kalah dengan RA Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang.

Seharusnya menggunakan bahasa optimis: Malam- Siang. Lailan wa naharan.
Seperti firman Allah,
Faidza faroghta fanshob.
Apabila suatu tugas telah dirampungkan, maka bangkitlah untuk mengerjakan tugas baru.
Ini yang diamalkan oleh orag orang Jepang. Orag Jepang kalau ke lndonesia, mereka bilang, orang lndonesia itu pemalas sebab sepanjang jalan di lndonesia ada warung makan, orang lndonesia tukang makan, tukang makan itu pemalas. Kalau orang Jepang dimana saja membaca buku. Orang Jepang itu punya semboyan BANSAI. Orang bansai. Bansai apa bansai?.(siapa yang tahu boleh pulang dulu he he he…) Bansai itu bekerja keras untuk hidup sepuluh ribu tahun lagi. Etos kerjanya orang Jepang tinggi. Orang Jepang pekerja keras. Sebetulnya kita punya semboyan yang lebih hebat, yaitu: i’mal lidunyaka ka annaka taitsu abadan dan
Wa ila robbika farghob.
Di dalam melaksanakan tugas baru hendaklah senantiasa nengharapkan pertolongan dari Allah.
(Ini baru muqaddimah, nanti ceramahnya 5 menit saja he he he.)

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed