oleh

Dr. Arif El lmrani: Ambil Program Unggulan Baru Yang Baik, Jangan Buang Yang lama. (Bagian 3) Pidato Pelantikan Dewan Pengurus & Pengawan Ponpes YTP, Kertosono. Laporan: Sudono Syueb

Nganjuk,harianmerdekapost.com-Saya sedih, mendengar gaji pondok kita tadi. Guru TK di Brunai Darussalam itu, sebulan 50 juta. Kalau di sini sebulan 30 hari.

Bayi lndonesia lahir sudah nenanggung hutang 25 juta , bayi Katar, baru lahir sudah menerima gaji 150 juta. Maka itu, bayi lndonesia itu nangisnya keras sekali.
Tapi jangan berkecil hati, kami sering memotivasi guru guru kami juga, kalau anda terima gaji 1 jt, 2 juta sampai dengan 5 juta , berarti anda telah menyumbang KPK minimal 45 juta, jangan berkecil hati, di sana lebih besar, nilai ke atas, itu estafet terus sampai hari Qiyamat.

Tidak bisa dinilai dengan materi
Maka jalau saya ceramah tidak mengharapkan aplop. Yang penting isinya (he he he)
Tapi isinya, saya juga tidak berharap, berhubung panitia sudah nyiapkan, kalau tidak diterima ya kasihan (he he he)
Kadang-kadang kita juga melihat tempatnya, ada juga yang masjidnta mau roboh. Kita juga tidak tega kalau menerima, malah sebaliknya, saya juga pernah khutbah di Jakarta Pusat, di Semanggi. Di gedung Balai Sarbini, tidak saya terima, saya bilang untuk masjid saja. Panitia bilang, ga usah untuk masjid tadi, untuk saya saja. Ya sudahlah untuk kamu, saya ikhlas.

Falsafah Gula

Ikhlas itu seperti apa? Seperti apa? Gula. Gula!. Tidak petnah baper walau tidak disebut.
Kopinya mantap! Coba kalau tidak ada gulanya, apa bisa mantap.
Teh manis, yang bikin manis siapa? Gula kan. Gulanya tidak disebut, tidak tersungging. Sirup pandan manis. Gulanya tidak disebut, padahal bahan pokoknya juga gula. Gulanya ya diem saja, tidak protes. Giliran penyakit yang tidak sembuh sembuh, disebut ada gulanya, wah penyakit gula. Nasib gula itu sial. Tapi dia ikhlas.

Kontribusi Sesuai Potensinya

Padahal dalam organisasi itu ada yang jadi akar. Coba kalau tidak ada akar pasti jatuh. Ada yang namanya tidak tercantum tapi beri kontribusi yang besar luar biasa walau tidak tercamtum namanya. Tidak jadi pak lurah jangan berkecil hati, tetaplah berkontribusi. Allah yang mencatat.

Sekali lagi terimakasih pada pengurus lama, dan kepada Dewan Pembina. Tadi ketua Dewan Pembina minta maaf kalau ada kekhilafan. Tidak ada manusia yang tidak khilaf, tidak bersalah,

كل بني ادم خطاء وخير الخطاءين التوابين

“Setiap anak cucu Nabi Adam pasti pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah mereka yang mau bertaubat”

Manusia yang sudah tidak punya dosa lagi, jika mereka sudah meninggal dunia.

الموت راحة عن كل شر

Bersih dari dosa itu mati. Sebelum mati tentu akan melakukan dosa. Jadi tidak ada manusia yang masih hidup tidak bersalah atau tidak berdosa. Para ustadz dan teman-teman lama mohon dimaafkan ya.
Kepada pengurus yang baru, kami mengucapkan selamat.
Jadi ke depan harus lebih maju lagi.

لتركبن طبقا عن طبق

من استوى يومه فهو مغبون، ومن كان يومه شىرا من امسه فهو ملعون

Ambil Ywng Baik, Jangan Buang Yang lama

Program-program yang sudah baik pertahankan. Kalau ada program unggulan baru, yang baik kita ambil,

المحافظة على القادم الصالح والاخذ بالجديد الاصلح

Tapi ini jangan diterapkan dalam rumah tangga.
Ambil yang baru yang lebih baik tapi jangan buang yang lama.
(Nanti pulang pada mengamalkan ini jangan).
Jadi yang lama yang masih baik pertahankan.
Kalau soal tantangan, makin hari makin menggunung. Kalau kita berjalan di tempat akan ketinggal kereta. Maka itu kita dahului dengan

فاذا فرغت فانصب

Untuk maju langkah awal, kita dulu di sini diajari kitaab Anashiru fi Quwwah lslam. (Apa masih diajarkan kitab itu di sini? Masih? Ou sudah tidak, tidak apa).
Unsur-unsur dinamika dalam lslam. Kita ingat dalam kitab itu kalau mau maju harus:
Ma’rifatullah fi nafsi, wa al tathohhuru minkum.
Infentarisasi dulu kekurangan-kekurangan, kemudian mengiliminasi kekurangan-kekurangan itu.

Itu langkah awal, kemudian kita infentarisasi Strenghts/ power (kekuatan) kita, kelemahan kita (weakness) peluang kita (opportunities) dan ancaman kita (treats).
Teori SWOT. Kita semua sudah tahu itu.

Etos Kerja Keras

Kembali lagi pada kerja keras:
Allah SWT berfirman:

فَاِ ذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَا نْتَشِرُوْا فِى الْاَ رْضِ وَا بْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَا ذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Jumu’ah 62: Ayat 10)

Etos Kerja Semut

Coba kita lihat semut, tidak pernah santai, mereka selalu bergerak bergerak bergerak terus.
Maka tirulah etos kerja Semut. Editor naskah ust. Bukhori

WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
Untitlesd-1
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed