Dinilai Lamban Tangani Layanan Pembuatan KK, Warga Lakukan Protes di Disdukcapil Pamekasan

-Berita-114 Dilihat
banner 300250

banner 300250

Pamekasan, Harianmerdekapost.com – Pembatasan nomor antre dalam layanan pembutan Kartu Keluarga (KK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur di keluhkan warga, Selasa, 17/3/2020

Pasalnya, nomor antre yang diterapkan hanya finish di jumlah 150 Pemohon per hari, hal ini membuat sejumlah warga pemohon harus pulang lantaran nomor antre sudah habis.

Missahol (42) warga Pamekasan memprotes layanan yang dinilai sangat lamban, dirinya meminta agar layanan di kembalikan pada system awal.

“Kalau systemnya seperti ini kasihan warga mas, ini warga saya sudah balik tiga kali tetap saja tidak kebagian nomor antre, padahal nyampek ke disduk capil baru pukul 8:30, ternyata nomor antre sudah habis, saya minta kembalikan ke pengaturan awal saja,” Protes Missahol pada petugas.

Operator yang bertugas menyarankan, jika ada warga yang keberatan agar menemui dan berkonsultasi dengan pimpinan, sebab dirinya hanya menjalankan tugas dan tidak punya wewenang merubah aturan yang sudah ditetapkan.

Suasana sempat tegang antara warga dan petugas operator, namun suasana kembali cair setelah Kepala Bidang Kependudukan Agus Subianto datang dan mencoba memberikan penjelasan.

Agus meminta agar pemohon tetap tenang dan tidak gaduh, agar pelayanan berjalan normal kembali, menanggapi soal nomor antre, dirinya mengatakan system tersebut merupakan kebijakan yang tidak semena-mena merubahnya.

“Apabila dinilai ada yang kurang, untuk berdiskusi secara baik-baik,” Terang Agus.

Sementara itu Pelaksana tugas Kepala Disdukcapil Pamekasan Ach Faisol meminta agar pemohon mematuhi prosedur. Pihaknya memiliki keterbatasan waktu hingga pukul 15.30 Wib.

Kalkulasi waktunya, per KK butuh waktu maksimal lima menit, setelah dilakukan proses verifikasi dan perubahan atau penambahan data.

Setelah itu, tercetak dengan jaminan berkas lengkap, jaringan internet normal dan tidak ada gangguan.

Pihaknya tidak bisa memaksa dengan menguras banyak energi namun hasilnya kurang baik.

“Setiap pemohon sudah kami batasi maksimal mengurus tiga KK. Kalau 150 dikalikan tiga, berarti ada sekitar 450 KK harus dicetak per hari,”Tukas PLT Kadisdukcapil. (Firda Juwita).

banner 300250