oleh

Diduga Proyek Anggaran 479 Juta di Lumajang Menggunakan Material Bekas Bongkaran

Harianmerdekapost.com Jatim, Lumajang – Pembangunan rehabilitasi Jaringan irigasi D.I Boreng atau DAM Gambiran menggunakan anggaran sebesar RP 479.157.000. sumber dana dari APBN yang di selenggarakan secara lelang , usulan tahun 2020 di mana pembangunan ini ada Perubahan titik koordinat di karenakan bulan Febuari 2021 Dam Gambiran terdampak bencana banjir yang mengakibatkan jebolnya bangunan yang baru di bangun pada tahun 2018 khusus sebelah timur . Rehabilitasi jaringan yang di laksanakan sekarang di titik yang sama dengan tahun kemarin.

Awak media merdeka post.com saat mendatangi lokasi bangunan menemukan kejanggalan dalam pengerjaan. Pasalnya batu dari bekas bongkaran bangunan lama berupa batuan dari pasangan dan Bronjong di pakai ulang dalam pembangunan Rehabilitasi dengan anggaran Rp 479.157.000.

Pemilik CV. Rizky Maulana, Abdullah, Saat di hubungi via Whatapps mengatakan bahwa itu sesuai yang ada di RAB ( Rancangan Anggaran Belanja) .

” sudah masuk RAB batu pasang kembali, serta ada pasang batu baru, kalau persentase pasang kembali tidak ada tapi 180 m3″, ujarnya.

Kasi SDA PU Joko kemin saat di wawancarai awak media di kantornya mengatakan bahwa bongkaran Bronjong batu kali bunyinya pasangan batu kali bekas bongkaran, sesuai RAB pasangan batu sisa bangunan 30% dari yang ada.

” Bongkaran Bronjong itu di hitung dulu volume batunya maximal 30% dari yang ada, jadi di sana ada pasangan batu kali bekas Bongkaran, dan masuk dalam RAB”, Ungkapnya.

Kabid SDA PU Hari Sudjoko saat di temui awak media di Kantornya mengatakan hal yang sama bahwa sudah ada di dalam RAB untuk pasangan batu bongkaran, dalam artian untuk volume dari pemakaian batu Bongkaran secara tehnis ada tambahan dari volume yang ada.

” Untuk pasangan batu bongkaran ada di dalam RAB dan contoh di dalam RAB 10 m3 dengan di pakainya batu bekas bongkaran , dapat tambahan jadi 2 m3 jadi 12 m3″, pungkasnya.

Ketua Laskas Nusantara BPC Kabupaten Lumajang Decky Agung SE mengkritik keras terkait pembangunan Rehabilitasi D.I Boreng yang anggarannya hampir setengah Milyar , di mana material batu untuk pasangan di ambilkan dari bekas bongkaran bangunan lama serta pengerukan tanah uruk di aliran sungai asem.

” Anggaran Rp 479.157.000, apabila di ambilkan dari sisa bongkaran kayaknya ada ” kongkalikong” di semua pihak yang ada di dalamnya , apalagi sudah di masukkan dalam RAB, itu kan bangunan masih baru, Masih masuk aset negara , harusnya ada berita acara penghapusan aset sesuai yang di gunakan,”, kritiknya.

Lanjut ketua laskar Nusantara ” apalagi ambil tanah uruk di dalam aliran sungai, kedalaman sungai sudah di ambang batas pondasi malahan di gali, Ada banjir ambruk lagi nanti, Ini harus di usut tuntas , ada yang tidak beres dengan pembuatan RAB”, tegasnya. (AN).

banner 300250



banner 300250
No Slide Found In Slider.

News Feed