Diduga Penyuplai BPNT di Kecamatan Cerme Mengurangi Takaran

-Berita-147 Dilihat
banner 300250

Gresik, harianmerdekapost.com,-
Diduga Penyuplai bantuan penerima bantuan non tunai (BPNT) mengurangi Takaran beras. Itu terlihat saat tim media harian Merdeka post melihat pembagian BPNT di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jumat (28/2/2020) lalu.

Salah seorang warga yang menerima bantuan menyampaikan bahwa beras yang diterima diduga tidak sampai 10Kg.
“Kayaknya berat beras ini tidak sampai 10Kg mas,” katanya.

Lemahnya pengawasan dari pemerintah Kecamatan Cerme mengenai kasus-kasus penyimpangan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Ia menyebutkan, oknum-oknum dalam penyaluran beras di BPNT ini bisa meraup untung untuk dirinya sendiri bisa di sebut dengan memperkaya diri sendiri lewat bantuwan BPNT.

Adalah salah satu desa yang ada di cerme penyuplai beras untuk BPNT yang di kurangi takaranya,semula yang di berikan pemerintah pusat untuk masyarakat 10kg namun diduga penyuplai beras didesa kandangan untuk masyarakat di berikan beras hanya 8kg lebih tidak sampai 10Kg, kacang hijau 1/4Kg, telur enam biji, jeruk 0,5 Kg, kentang 0,5Kg.

Dana yang di berikan oleh pemerintah pusat untuk warga yang menerima perorangnya sebesar 150 Ribu dengan 451 penerima.

Perlu diketahui, dugaan para oknum ini menjalankan aksinya dengan membeli karung-karung beras dan mengisinya dengan beras yang tidak sesuwai takaran. Sehingga, masyarakat menilai beras yang dibungkus dalam karung tersebut menjadi permainan para penyuplai BPNT. (Tim)

banner 300250