oleh

Diduga Pelaku AS Palsukan KTP Almarhum Moeasim dan Istrinya Memakai NIK Orang Lain

banner 300250

Harianmerdekapost.com – Probolinggo Rabu (29/09/2021), Pengacara keluarga almarhum Moeasim, Novan SH mengatakan, secara administratif atau formil, peralihan sertifikat tanah milik almarhum Moeasim, dokumen yang menjadi persyaratan lengkap. Namun, Novan SH menyatakan, pihak yang mengalihkan sertifikat tersebut menggunakan photo copy kartu tanda penduduk (KTP) yang telah dipalsukan untuk membuat Akte jual beli dan penerbitan sertifikat, seperti yang di utarakan Notaris Fenny saat dikonfirmasi Awak Media dikantor nya pada bulan April 2021.

“Semua persyaratan ada, ada pengecekan, di cek ke kantor Notaris, sehingga Kantor Notaris harusnya meminta KTP asli sebagai syarat untuk membuat Akte jual beli, disini masih kecolongan dan lalai Notaris karena tidak mengecek dokumen, salah satunya KTP asli bukan photo copy, itupun KTP palsu” kata Novan SH, Rabu (29/09/2021).



banner 300250

Lantaran menggunakan photo copy KTP, Notaris tidak dapat memverifikasi keaslian KTP tersebut. Notaris pun tidak dapat memastikan pihak yang membawa sertifikat dengan KTP almarhum Moeasim yang telah dipalsukan tersebut merupakan orang yang tidak berhak melakukan peralihan menjadi sertifikat.

Jadi masalahnya ini memang penjahat tadi kalaupun benar adalah dia mengganti dan memalsukan gambar foto KTP milik almarhum Moeasim, yang kebetulan bukan KTP asli tapi photo copy yang diberikan ke Notaris,” katanya.

Untuk itu, Novan SH menilai pernyataan yang menyebut pihak keluarga almarhum Moeasim, semua ahli warisnya tidak pernah melakukan transaksi jual beli atas sertifikat tanah dan rumah warisan almarhum Moeasim maupun mendatangi BPN.

“Mungkin memang tidak pernah melakukan transaksi, tetapi boleh jadi sertifikat ini dibawa dan diurus oleh orang lain ke BPN untuk dipindahtangankan,” kata Novan SH

Lantaran kental dengan unsur pidana, Novan SH mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini. Bahkan, kepala ATR/BPN Probolingo Kota harus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) atau notaris dalam kasus ini.

Kalau notaris terlibat kita akan investigasi, PPAT terlibat kita akan investigasi, kalau dia tidak teliti dan memriksa dokumen persyaratan untuk penerbitan sertifikat,” kata Novan SH.

Bahkan, menurut nya salah satu pihak yang terlibat dalam kasus tersebut merupakan pemain lama. Untuk itu, Novan SH mengingatkan masyarakat untuk menjaga dokumen penting termasuk sertifikat tanah.

“Kalau misal melakukan transaksi, lakukan dengan pihak dan notaris yang dikenal betul,” kata Novan.( Hmp Tim limbad)

banner 300250

banner 300250

banner 300250

WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(1)(1)(2)
WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(2)(1)
IMG-20211013-WA0008
WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(1)(1)(2) WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(2)(1) IMG-20211013-WA0008


No Slide Found In Slider.

News Feed