oleh

Demonstrasi Guru Berstatus PNS di SDN Payudan Daleman III Dikeluhkan Elemen Masyarakat

Harianmerdekapost.comSUMENEP, MADURA, JATIM – Elemen masyarakat khususnya masyarakat Wali Murid menyayangkan serta mengeluhkan sikap dan aksi salah seorang guru SDN Payudan Daleman III, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang telah ikut unjuk rasa di depan Kantor DPMD pada hari Senin, (31/5/2021) kemaren.

Diduga demi kepentingan politik dan telah sengaja melabrak aturan serta tanggung jawabnya sebagai seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sekolah tersebut, Mashari ikut demo dan mirisnya juga menjadi salah satu pembicara dalam aksi demonstrasi tersebut.

Menurut salah seorang Wali Murid di Kabupaten setempat yang minta namanya dirahasiakan mengatakan, kalau dirinya selaku orang tua sangat menyayangkan terhadap seorang guru yang ikut andil dalam unjuk rasa beberapa hari kemarin.

“Jujur saya pribadi sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan Pak Mashari itu. Sebab itu jauh dari kapasitas dan tanggung jawabnya, dia (Mashari, red) seorang guru berstatus PNS yang hidupnya dibiayai oleh Pemerintah yang kewajibannya atau prioritas hidupnya adalah mengajar, bukan berdemo.” Sesalnya saat ditemui oleh Wartawan media ini, Rabu (2/6/2021).

Ia melanjutkan, apa jadinya anak-anak sekolah khususnya anak didiknya (Mashari, red) kalau diajari oleh seorang pendemo atau seorang yang sepertinya lalai dari tanggung jawabnya.

“Kasihan anak didiknya yang seharusnya mendapatkan pelajaran pada hari itu, tapi gurunya malah pergi demo,” Ucapnya.

Kemudian, melalui hubungan via WhatsApp-nya, Kepala Sekolah SDN Payudan Daleman III Mohamad Mukaddam mengungkapkan, kalau Pak Mashari pada hari itu hanya meminta ijin secara lisan mau ke Sumenep.

“Iya mas dia minta ijin ke saya secara lisan, bilangnya hanya mau ke Sumenep, bukan ijin mau ikut demo,” ungkapnya.

Disoal apakah dirinya tahu kalau Pak Mashari itu ternyata ikut demo, dan apa boleh seorang guru ikut demo, Mohamad Mokaddam mengatakan tidak tahu.

“Saya tidak soal itu mas,” jawabnya.

Sementara itu, seraya membenarkan kalau Pak Mashari itu seorang guru berstatus PNS dan benar ikut demo, seorang warga setempat bernama Hamdi angkat bicara.

“Setahu saya mas, dan insyaallah benar adanya, pak Mashari itu seorang guru berstatus PNS dan berdasarkan beberapa informasi yang saya terima, dia ikut ujuk rasa kemaren,” pungkasnya saat dihubungi via telepon selulernya.

Diketahui, gelar aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat Desa Payudan Daleman bersama Forum Advokasi Masyarakat (FAM) tersebut menuntut agar Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa setempat bekerja sesuai dengan asas demokrasi, yakni luber, jurdil, transparan dan akuntabel. (S2/ Nri)

IMG-20210616-WA0011 (1)

News Feed