oleh

Dandim Letkol Inf Jadi SIP Gelar Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis (Balatkom), Paham Radikal TA 2020

Bondowoso,jatim.harianmerdekapost.com – Kodim 0822/Bondowoso menggelar Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal Kodim 0822/Bondowoso Tahun 2020, dengan tema *”Waspada Komunisme dan Paham Radikal Demi Keselamatan NKRI”* dibuka secara resmi oleh Dandim 0822/Bondowoso yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Irawan Setiadi, SH, Rabu, (18/11).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Jenderal Sudirman Kodim 0822 Jl. Letnan Sutarman No. 06 Bondowoso yang dihadiri oleh Kasdim 0822/Bondowoso Mayor Inf Irawan Setiadi, SH, Para perwira, Bintara, Tamtama dan ASN serta perwakilan Persit KCK Cabang XXXVI Kodim 0822.

Dalam sambutannya Kasdim 0822/Bondowoso Mayor Inf Irawan Setiadi, SH, mengatakan bahwa “Kegiatan pembinaan antisipasi Balatkom dan Paham Radikal ini merupakan tindak lanjut dari perintah Komando Atas yang harus dilaksanakan di tingkat Kodim, termasuk Kodim 0822.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih serta penghargaan kepada segenap hadirin yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan pembukaan pembinaan antisipasi Balatkom dan Paham Radikal Kodim 0822/Bondowoso TA. 2020 dengan baik.

“Bahaya Laten Komunisme dan Paham Radikal masih menjadi ancaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ditengah upaya keras pemerintah menanggulang wabah pandemi Virus Corona atau Covid-19.

“Ideologi Komunis di Indonesia tidak pernah mati, terlebih lagi kondisi kehidupan bangsa masih diliputi kemiskinan dan kesenjangan sosial, sekalipun Partai Komunis Indonesia (PKI) telah dibubarkan dan dilarang keberadaannya, namun di era reformasi ini justru memberi peluang munculnya multi ideologi, kendati secara organisasi PKI sudah tidak ada, namun secara ideologi tidak pernah hilang.

“Komponen bangsa perlu selalu waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis yang berusaha merusak ketatanegaraan di Indonesia, begitu juga dengan faham radikal yang selalu berupaya menggunakan syariat agama dalam sendi-sendi keagamaan dan kenegaraan yang dapat mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal memilki tujuan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan dan pencegahan paham Radikalisme, “tegasnya. ( Feri/Rudi )

WhatsApp Image 2020-12-03 at 19.37.24
WhatsApp Image 2020-12-03 at 19.37.24 (1)
WhatsApp Image 2020-11-27 at 21.23.40
WhatsApp Image 2020-11-24 at 22.31.54
WhatsApp Image 2020-11-19 at 15.25.59
WhatsApp Image 2020-11-08 at 17.20.03

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed