oleh

Dandim Bersama Forkopimda Laksanakan Vicon Terkait Larangan Mudik Lebaran 2021

Harianmerdekapost.com Jatim, Banyuwangi – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut bahwa lonjakan kasus virus corona di India terjadi karena warga tak patuh protokol kesehatan saat menggelar ritual keagamaan.

Untuk mencegah klaster baru varian baru virus corona yang ada di Indonesia Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, S.I.P Dandim 0825/Banyuwangi bersama Forkopimda laksanakan vidio converence Pemerintah RI melalui Kemendagri terkait pengendalian transportasi larangan mudik lebaran 2021di ruang rapat rempek Pemda Banyuwangi.

Pemerintah telah menetapkan larangan mudik Lebaran 2021 mulai 6-17 Mei 2021. Artinya, warga dilarang mudik atau bepergian ke luar kota pada periode tersebut guna meminimalisasi penularan Covid-19.

Dalam penjelasannya Mendagri Prof. Dr. Tito Karnavian mengatakan,”lonjakan kasus covid’-19 di India hendaknya dijadikan perhatian serius bagi kepala Daerah, Kota dan Kabupaten untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan bagi masyarakat Indonesia agal hal itu terjadi di negara kita,”ucapnya.

Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, S.I.P Dandim 0825/Banyuwangi menyampaikan Prajurit Kodim 0825 siap bersinergitas dengan instansi terkait dalam rangka memutus penyebaran virus covid-19 terutama mencegah masyarakat Banyuwangi untuk melaksanakan mudik lebaran tahun ini,”ucapnya

Pria asal Semarang tersebut Meminta kepada seluruh masyarakat Banyuwangi untuk tak pulang kampung. Pihak keluarga juga diharapkan berperan aktif mengingat anggota keluarga untuk memahami situasi saat ini,”ujarnya

(luk/red)

News Feed