oleh

Dandim 0825 Bersama Forkopimda Laksanakan Vicon Rakor Penanganan Kepulangan PMI dan WNI Serta Kedatangan WNA

Harianmerdekapost.com Jatim, Banyuwangi – Guna menekan penyebaran virus Covid-19 Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, S.I.P., M.I. Pol Dandim 0825/Banyuwangi bersama Forkopimda laksanakan kegiatan Video Conference (Vicon) Rapat Koordinasi Penanganan Kepulangan PMI dan WNI serta kedatangan WNA melalui Bandara Internasional Djuanda secara virtual bertempat di Aula Jendral Sudirman Makodim 0825/Banyuwangi Jalan RA. Kartini Nomer 02 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Banyuwangi. (02/06/2021)

Kegiatan Video Conference (Vicon) Rapat koordinasi Penanganan Kepulangan PMI dan WNI serta kedatangan WNA melalui Bandara Internasional Djuanda secara virtual dengan tujuan untuk memutus penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur.

Video Conference (Vicon) Rapat koordinasi Penanganan Kepulangan PMI dan WNI serta kedatangan WNA melalui Bandara Internasional Juanda secara virtual oleh Forkopimda Jawa Timur dimulai sebagai moderator Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M. Sekda Provinsi Jatim menyampaikan,”Hari ini kita akan melaksanakan rapat koordinasi Penanganan Kepulangan PMI dan WNI serta kedatangan WNA melalui Bandara Internasional Djuanda,”tuturnya.

Dr. Joni Wahyuhadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur menyampaikan Saat ini secara umum kita sudah sangat bagus melaksanakan penanganan terhadap Kepulangan PMI dan WNI serta kedatangan WNA melalui Bandara Internasional Juanda. Indonesia pada tahun 2021 kasus penyebaran Covid-19 mencapai antara 5 ribu sampai 10 ribu kasus perhari,”ujarnya.

Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan,”Sedikit saya tambahkan khususnya di negara atau di dunia posisi Indonesia yang diawal tahun 2021 angkanya di 19 dan 20 dunia dan sekarang sudah 18 terbesar covid-19 kemudian untuk di Indonesia sendiri tadi secara lebih jelas sudah digambarkan oleh dokter Joni artinya sampai bulan Juni 2021 ini pandemi covid-19 di Indonesia belum selesai. Kedatangan PMI sampai dengan hari ini berjumlah 12.203 orang dengan rincian WNI 11.989 dan WNA 214 orang, untuk pekerja migran berasal dari Singapura dan Malaysia, memang paling banyak yang dari Malaysia termasuk kasus yang terpapar yang terbanyak adalah migran dari Malaysia, untuk itu kita memang harus waspada terhadap pemulangan-pemulangan PMI dan WNI,”tutur pejabat TNI nomer satu di Jatim.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Panglima TNI memberikan pengarahan kepada kami harus waspada terhadap Penanganan Kepulangan PMI dan WNI serta kedatangan WNA melalui Bandara Internasional Djuanda. Pada saat ini Negara Malaysia menerapkan kebijakan Lockdown, nanti dampaknya akan berpengaruh pada negara Indonesia karena, banyak sekali WNI yang bekerja di Malaysia. Kami telah melaksanakan evaluasi bahwa ditemukan di lapangan ada penjemputan dari daerah masih mengalami keterlambatan dan terkesan menunda. Kita disini bekerja untuk NKRI untuk itu jangan ragu-ragu melaksanakan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, komunikasikan dan koordinasikan agar tidak ada lagi kegiatan berkerumun, ingatkan dengan cara yang humanis,”ujarnya

(Luk/red)

banner 300250

IMG-20210616-WA0011 (1)

News Feed