oleh

Dampak Banjir Bandang Tahun 2017, Jembatan Rusak Gampong Alue Gandai Belum Ada Keseriusan Akan Dibangun Kembali

banner 300250

Harianmerdekapost.com, Aceh, Bireuen– Banjir Bandang yang melanda Gampong Alue Gandai, Mukim Pintoe Batee, Kecamatan Peudada, Bireuen, pada tahun 2017 hingga kini masih menyisakan persoalan bagi masyarakat setempat, berdampak fatal sampai saat ini sebuah jembatan penghubung warga yang rusak sebagai akses fasilitas publik, sering digunakan oleh berbagai masyarakat lintas Gampong/Desa. Sampai saat ini memasuki pertengahan anggaran 2022, belum ada tanda tanda itikad baik pemerintah kabupaten Bireuen untuk membangunnya kembali fasilitas umum yang telah rusak tersebut secara serius, melalui instansi terkait yang membidangi Infrastruktur publik dan sarana prasarana umum.

Foto: Adahari, Keuchik Gampong/Desa Alue Gandai, kecamatan Peudada Bireuen. Di lokasi tempat Jembatan putus, dari dampak banjir Bandang tahun 2017.

Satu unit jembatan yang putus karena diterjang banjir bandang, hingga saat ini belum dibangun baru. Padahal, hampir setiap tahun, telah diusulkan di Musrembang tingkat Gampong/Desa, hingga banyak masyarakat mempertanyakan kembali di tingkat Musrembang Kecamatan Peudada, tapi hasilnya masih nihil dan tidak dimasukan dalam program pembangunan skala prioritas dalam APBK Bireuen tahun anggaran 2022.

Keuchik Gampong Alue Gandai Adahari, kepada media ini Kamis (20-06/2022) mengatakan, saya sebenarnya juga sudah tidak sanggub lagi memberikan jawaban kepada warga kita yang menggunakan akses fasilitas umum itu yang selalu mempertanyakan hal tersebut kepada saya, “Mengapa jembatan tersebut tidak akan kunjung juga dibangun oleh Pemda Bireuen, melalui dinas terkait?, agar bisa dimasukan dalam program pembangunan skala prioritas dalam APBK Bireuen tahun 2022

Adahari dan warganya lainnya pada setiap tahun anggaran berjalan dan tahun jamak berikutnya, setiap agenda Musrenbang Gampong/Desa selalu memasukkan pembangunan jembatan Alue Gandai sebagai program skala prioritas, agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten Bireuen. Sedangkan ditingkat Musrenbang Kecamatan Peudada, dirinya terus setiap saat memperjuangkan aspirasi pembangunan jembatan tersebut, agar bisa segera masuk dalam skala prioritas pembangunan Tahun 2023, namun sampai saat ini masyarakat tidak mengetahui proses tahapan perkembangannya ditingkat pemangku kebijakan kabupaten Bireuen, melalui SKPK terkait dan Tim TAPD Bireuen, apakah pernah mereka mengusulkan nya untuk dibahas bersama antara jajaran Eksekutif-Legislatif Bireuen?

Jembatan yang berlokasi di Dusun Kubang Tujoh, Gampong Alue Gandai kecamatan Peudada, merupakan salah satu infrastruktur utama warga dalam mencari rezeki ke kebun dan mengantar anaknya ke sekolah. Jembatan tersebut selama ini dilalui oleh masyarakat dari Gampong Alue Gandai, Alui Sijuek, Jaba, dan Tanjong Selamat.

“Jembatan tersebut adalah infrastruktur utama warga beberapa gampong menuju ke kebun dan mengantarkan anaknya tempat pengajian dan berobat. Dengan tidak adanya jembatan karena telah dirobohkan oleh banjir bandang, kami sangat kesulitan harus mencari jalur lain yang sangat jauh dan mengalami kesulitan aksesnya,” kata Adahari.

Saat ini, warga harus memutar jauh melalui jalur alternatif lainnya dari desa yang jarak puluhan kilometer, bila hendak pulang-pergi ke kebun mereka dan kegiatan sosial lainnya”. ucapnya Keuchik Gampong Alue Gandai Peudada ini (Iqbal)