DAM Gambiran di Bangun Dinas PU SDA Provinsi Jatim , Petani Bernafas Lega

Harianmerdekapost.com, Lumajang Jatim – Petani terdampak Jebolnya DAM Gambiran ( dam Boreng) tahun 2020 akhirnya bernafas lega pasalnya akan di bangun tahun ini setelah mangkrak empat tahun masa kepemimpinan bupati Thoriqul Hag, penanganan kurang prioritas dari pemerintah kabupaten Lumajang, terkendala tidak ada anggaran karena total pembangunan sekitar 12 miliar rupiah. Penanganan selama ini melalui beberapa paket Penunjukan langsung di bawah Rp 200 juta rupiah.

Secara kewenangan penanganan bendungan di bawah seribu hektar wewenang pemerintah daerah kabupaten Lumajang namun dalam pelaksanaannya pembangunan di anggarkan melalui APBD Provinsi Jawa timur tahun anggaran 2024.

Beberapa tim tehnis dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air provinsi Jawa timur , Rabu, ( 3 Januari 2024 ) kunjungi Dam Gambiran atau Dam Boreng guna melihat kondisi di lapangan dan akan dilakukannya Review desain sebelum proses lelang.

Kepala Unit Pelaksana Tehnis Daerah PSDA Di Lumajang Prabowo ST , MT,. saat di konfirmasi awak media menerangkan bahwa Dam Boreng akan di bangun pada awal tahun ini secara lelang dan pelaksananya sekitar bulan April 2024, Sebelumnya akan ada review desain selama dua bulan dan selanjutnya menuju proses lelang.

,” Bulan januari kami masih review desain selama dua bulan, sekitar bulan April mungkin sudah pelaksanaan, kira kira pelaksanannya sekitar enam bulan. Rencana anggaran untuk pelaksanaan, kami mengajukan sekitar Rp 12 miliar. Ini semua atas usulan PJ Bupati Lumajang Indah Wahyuni dan di setujui oleh Gubernur Jawa timur Khofifah Indar parawansa tahun lalu. Untuk panjang Bangunan Bendungan kisaran 30 meter melintang,” tegasnya.

Sementara, Petani terdampak yang selama ini menginginkan adanya pembanguan Dam Gambiran, Lutfi , menegaskan kepada awak media merasa senang dan lega akan di bangunnya Dam Gambiran yang selama ini belum maksimal upaya pemerintah daerah Lumajang, petani yang selama ini sudah mengadu berkali kali kepada pemimpin daerah sebelumnya namun masih tetap tidak ada skala prioritas.

,” sebelumnya kami berterima kasih kepada PJ Bupati Lumajang indah Wahyuni, telah mendengar jeritan petani terdampak. Sementara ini petani berharap hujan sambil menunggu aliran air dari bendungan Dam Gambiran. Kami berharap semoga pelaksanaannya lancar dan tidak ada kendala sesuai rencana,” ucapnya ( AN).