oleh

Cegah Radikalisme, Kodim 0822/Bondowoso Gelar Bin Komsos

Bondowoso Jatim, harianmerdekapost.com – Markas Komando Kodim (Kodim) 0822/Bondowoso, menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi Sosial (Binkomsos) dalam rangka mencegah dan menangkal Radikalisme dan Separatisme dengan mengambil tema “Merawat Kebhinnekaan Untuk Tangkal RadikalismeRadikalisme/Separatisme Dalam Bingkai NKRI” bertempat di aula Jenderal Sudirman Kodim 0822 Jl. Letnan Sutarman No. 06 Bondowoso, Rabu (11/11).

Adapun sebagai narasumber Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Drs. Chusnurudin Kabid Intregitas Bangsa dari Bakesbangpol Kab. Bondowoso serta diikuti peserta terdiri dari perwakilan TNI, Polri, PPM, ASN, FKPPI, siswa dan Pelajar Bondowoso.

Sambutan Dandim 0822/Bondowoso yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Irawan Setiadi, S.H., mengatakan, “Kegiatan ini untuk mewujudkan kesadaran tentang arti pentingnya pemahaman terhadap bahaya radikalisme dan sparatisme bagi segenap komponen bangsa.

Foto : Gelar bin komsos, Drs. Chusnurudin dari Bakesbangpol Bondowoso saat mengisi acara

Agar terbentuknya komponen bangsa yang berkepribadian dan berjiwa Bhineka Tunggal Ika, guna mendukung ketahanan wilayah yang kuat dalam rangka tetap tegak dan utuhnya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, tuturnya.

Kasdim 0822 menjelaskan, Radikalisme adalah konsep atau sikap jiwa dalam mengusung perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan memutar balikkan nilai-nilai yang ada secara drastis Iewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem.

Sementara separatisme sendiri adalah suatu gerakan untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan diri dari wilayah suatu negara yang muncul karena alasan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, kondisi politik, ekonomi, sosial, budaya maupun yang lain.

Zaman sekarang radikalisme lebih mengarah kepada paham atau aliran yang menginginkan pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan, ciri-cirinya bisa kita ketahui seperti sikap intoleran, fanatik, eksklusif dan revolusioner,” ungkapnya.

Drs. Chusnurudin dari Bakesbangpol Bondowoso menjelaskan, “Akhir-akhir ini kata dia di Indonesia banyak muncul gerakan-gerakan yang terindikasi paham radikal dan separatisme. Jika tidak dicermati dan diantisipasi secara dini maka bisa menjadi ancaman potensial bagi kondusifitas dan stabilitas NKRI.

Menurutnya, maraknya berbagai persoalan yang berkaitan dengan perkembangan radikalisme dan separatisme di Indonesia bukan hanya sebagai tanggung jawab pemerintah atau aparat pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa, kita semua harus peduli guna mengantisipasi timbul dan berkembangnya faham radikalisme dan separatisme.

Peran seluruh elemen masyarakat, aparat pemerintah, tokoh agama dan para pemuka masyarakat sangat penting untuk bersama-sama sebagai tanggung jawab moral dalam konteks ini,” tuturnya.

Selain itu, Drs. Chusnurudin juga menyampaikan beberapa langkah dan strategi kontra radikalisasi untuk menghadapi radikalisme dan separatisme mulai dari upaya penanaman nilai-nilai ke-Indonesiaan atau wawasan kebangsaan serta nilai-nilai non-kekerasan melalui pendidikan baik formal maupun non formal.

Apabila sinergi dan komitmen yang kuat bisa terjalin dengan baik, Insya Allah pembangunan nasional khususnya pembangunan daerah yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat baik yang berada di daerah pedesaan, kawasan tertinggal maupun daerah-daerah yang terisolir di Nusantara dapat tercapai,” tutupnya. ( Rudi )

WhatsApp Image 2020-11-27 at 21.23.40
WhatsApp Image 2020-11-24 at 22.31.54
WhatsApp Image 2020-11-19 at 15.25.59
WhatsApp Image 2020-11-08 at 17.20.03

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed