oleh

Bupati Pamekasan Menghilang; PKL dan Mabes NGO Beri Hadiah Telur Busuk

Harianmerdekapost.com – Pamekasan.Madura Jatim,- Ratusan Massa Aksi PKL Beserta Anggota Mabes NGO Kabupaten Pamekasan dalam menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Bupati Pameaksan Berlangsung Ricuh. Senin (08/06/2021).

Salah Satu Orator Pedagan Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Pameksan Jawa Timur menuntut Haknya Berjualan seperti semula kepada pemangku kebijakan pemerintah Kabupaten Pamekasan. pasalnya PKL sudah dua tahun tidak berjualan dikarenakan Wabah Covid-19.

Sangat parahnya lagi, dalam orasinya di sampaikan Bahwa Bantuan yang di terima PKL telornya Banyak yang Busuk Bahkan Beras yang banyak kutunya, di tambah lagi Mereka Berteriak menuntut Haknya bantuan yang ketiga kalinya sampai sekarang belum turun dan belum di cairkan.

Aksi kali ini di warnai Pembakaran Grobak Milik salah seorang PKL di bakar di depan kantor Bupati pamekasan Lantaran Bupati tidak kunjung menemui pendemo, Bahkan kadis koprasi (fattah) di Usir Lantaran tidak membawa surat tugas dari Bupati sebagai Perwakilan atau yang mewakili Bupati.

Lanjut Pedagang Kaki Lima (PKL) ibu separuh baya yang berinsial SH, Mendesak Bupati untuk segera menemui, jangan jadi pengecut ayok temui kami, kami ini para PKL hanya mencari makan karena piagam dan penghargaan yang Bupati terima hanyalah menyengsarakan kami.

“Kalo Bupati tidak keluar temui kami, maka kami akan jualan lagi di Areklancor”. Kecamnya.

“Tolong jangan Bikin kami Bingung, mau jualan di Areklancor di usir, jualan di trotoar di usir, jualan di eks rumah sakit tidak boleh di tempati, lalu kami harus gimana, atau Bupati yang bagaimana?.” Tandasnya.

banner 300250

IMG-20210616-WA0011 (1)

News Feed