Bupati Dipastikan Warga Sampang Tidak Terjangkit COVID-19

banner 300250

Sampang, harianmerdekapost.com
Corona Virus Disease ( COVID-19 ) menjadi perbincangan dan pemecahan dalam penanganan penyebaran virus tersebut yang saat ini telah menyebar di Negara Indonesia.

banner 300250

banner 300250

Adanya Corona Virus Disease ( COVID-19 ), Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menggelar Conferensi Pers dalam rangka ” Percepatan Penanganan COVID-19 bertempat di Posko Gedung Kesenian pada Kamis (19/03/2020) Sore.

Dalam Conferensi Pers Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Bupati Sampang H.Slamet Junaidi menyampaikan dihadapan sejumlah awak media bahwasa_nya hingga saat ini di wilayah Kabupaten Sampang Madura belum ada warga yang positif terjangkit Corona Virus Disease (COVID-19).

Dalam gelar Confernsi Pers tersebut nampak Bupati Sampang H.Slamet Junaidi bersama Forkopimda beserta Dinas Kesehatan setempat menyampaikan sekaligus memperhatikan adanya penyebaran COVID-19 di wilayah Sampang masih nihil dan belum ada warga Sampang yang suspeck COVID-19 kendati di wilayah Sampang ini belum ada yang suspeck COVID-19, pihak Pemerintahan Daerah tetap terus melakukan komunikasi dengan pihak OPD, terang Orang nomor satu di Kabupaten Sampang.

Selanjutnya, bagi siswa yang saat ini belajar di rumah jangan menghabiskan waktu bermain di luar rumah, tetapi harus tetap belajar seperti hal_nya belajar di sekolah.

Bilamana terdapat masyarakat yang terindikasi COVID-19, secepat_nya untuk melaporkan atau menghubungi ke Posko Kesehatan, dengan ada_nya Corona Virus Disease -19 ini diharapkan lapisan masyarakat Kabupaten Sampang harap tetap tenang dan jangan panik, banyaklah berdo’a semiga permasalahan penyebaran COVID-19 ini segera berakhir, tegas H.Slamet.

Disela sela Conferensi Pers, Plt Kadinkes Sampang Agus Mulyadi menjelaskan, penanganan dan penanggulangan bagi suspeck Corona-19 anggaran_nya mencapai sebesar hampir 2 Milliar, dan bagi pasien yang positif susoeck Corona biaya operasional_nya ditanggung oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Sementara untuk ODR (Orang Dengan Resiko) mencapai 448 orang, sedangkan untuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 10 orang, ucap Agus Mulyadi.(try)

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed