oleh

*Bunga Cempaka penghias ruang hatiku* bagian 6. Oleh: Ihsanuddin Alumni YTP Kertosono. Editor: Sudono Syueb

Lamongan,harianmerdekapost.com-Sebelum acara makan siang, kami bertiga diantar ke kamar yang akan kami tempati.

Kami ditempatkan di kamar VIP.
Sementara semua rombongan dari *Asmat* menempati kamar lain.

Rombongan yang akan mengadakan study banding berjumlah 26 orang, 20 orang wakil dari distrik – distrik dan 6 orang sebagai pendamping + koordinator.
Dari 26 orang itu hanya 2 orang yang Muslim sedangkan yang 24 orang termasuk *Mutiara* Nasrani .
Sebenarnya hati ini menangis, tapi apalah daya kami.
Sejak berpisah dengan ibunya, *Mutiara* bersama adiknya yang masih balita diasuh oleh paman dari fihak ayahnya yang menjabat sebagai kepala dinas p&k di Papua barat pada saat itu.
Tapi apapun kepercayaan mereka , kami salut atas keramahtamahan nya.
Disaat acara makan prasmanan, semua tak ada yang mau menyentuh makanan sebelum saya dan *Cempaka* mengambilnya lebih dahulu.
Begitu pula saat saya dan *Cempaka*mau melaksanakan shalat, mesti ada dari rombongan 3-4 orang mengantar ke mushalla dan menunggui hingga kami selesai shalat.

Di hari pertama layaknya orang arisan.
Sehabis shalat Maghrib, saya bersama *Cempaka*duduk-duduk di sofa, tiba-tiba dari rombonga itu datang satu-persatu menemui saya dan *Cempaka* , lalu menyalami kami berdua dengan salam tempel 50 rb. per orang sambil berkata *”ijinkan saya panggil ayah dan bunda”*. Yang laki-laki sambil memeluk saya, dan yang perempuan sambil memeluk *Cempaka*.
Sementara *Intan yunior* diajak keluar *Mutiara*kakaknya entah kemana, tapi begitu kembali *Intan yunior* sudah pegang HP Corolla, baru lagi.
Alhamdulillah…

Pada jam 19.00 wib ada meeting dan saya diundang.
Untuk apa saya di undang…?
Ternyata koordinator menghedaki saya ikut dalam Tim study banding sebagai penyambung lidah kalau ada yang memakai bahasa Jawa.
Pikir-pikir daripada diam di hotel, maka sayapun akhirnya masuk di tim itu, tapi saya janji hanya bisa mengikuti paling lama 4 hari.

Menjelang subuh, dua orang dari rombongan sudah berangkat ke mushalla.
*Mutiara* menunggu saya di depan kamar hotel, lalu berjalan bersama menuju mushalla, dalam mushalla sudah menunggu dua orang tadi untuk dapat melaksanakan shalat berjamaah.
Selesei jamaah , saya sempatkan memberikan kultum, walaupun hanya ada dua makmum.
*Mutiara* tidak mengikuti shalat, tapi saat saya memberikan kultum, dia masuk ikut mendengarkan.

Jam 07.30 wib rombongan meluncur ke Gunung Kawi, dan disanalah lokasi study banding, di sana banyak yang berternak, mulai dari ayam, kambing perah, kambing pedaging , sapi hingga babi.
Dan benar juga saya diikut sertakan dalam Tim, ternyata disana memang ada kalau menerangkan apa saja pakai bahasa Jawa.
Jadi terpakailah saya…….

Dalam perjalanan ini ada dua pikiran yang bertabrakan , terutama pada *Cempaka*.
Pada satu sisi, *Cempaka* sangat bersyukur kepada Allah karena dapat ditemukan kembali dengan *Mutiaranya* yang telah lama hilang.
Disisi yang lain, hati *Cempaka* menjerit karena dalam hal keyakinan berseberangan dengan sang buah hati…..

Ya Allah , Engkau temukan kami dengan *Mutiaraku*yang telah lama hilang, maka ku mohon kepadaMu ya Allah, bukakanlah hatinya agar *Mutiaraku* mengenal dan ada pada agamaMu ya Allah, sehingga kelak bisa menyatu dalam surgamu.

Selama 4 hari kegiatan study banding yang saya ikuti, *Mutiara* hampir tak pernah jauh dengan saya, dan tak nampak canggung samasekali memanggil saya ayah. Bahkan koordinator utamanya yang asli orang Kudus , seakan tidak percaya kalau saya ini ayah tiri.
Saat istirahat, saya sempatkan ngobrol bersama *Mutiara*.
*Mutiara* pun bercerita dan mengenang saat masih bersama bundanya diajar mengaji, yang hingga sekarang masih hafal *Al-fatihah* dan *qulhu*(Al-Ikhlas).
*Mutiara* juga menceritakan kalau dirinya dan adiknya, semenjak berpisah dengan ibundanya, iapun berpisah dengan papanya.
Mereka berdua diasuh om dan tantenya hingga tamat SMA , dan setelah itu hidup mandiri bersama adiknya, karena om dan tantenya berpulang keduanya.
Ku katakan kepada *Mutiara* tentang bundanya, kalau bundanya sangat bersyukur kepada Allah yang telah mempertemukan *Mutiara* dengannya, syukur nanti bisa bertemu juga dengan adik *Mutiara* (*Mutiara junior*) yang masih di Papua.
Tapi ada satu lagi yang masih jadi ganjalan di hati bunda *Cempaka*,
Mengapa bisa ditemukan hanya yang bersifat semu, bukan yang abadi karena *Cempaka* dan *Mutiara* berseberangan dalam keyakinan.
*Mutiara* pun menarik napas panjang lalu katanya : ” *Tenang ayah, semuanya memerlukan proses* , semoga bunda bisa sabar dan memaklumi posisi dan kondisi *Mutiara*saat ini*”

Setelah empat hari lamanya *Cempaka* bisa melepas rindu bersama *Mutiaranya*, ketepatan juga adik *Cempaka* menyusul ke Batu ingin bertemu keponakannya.
Serasa cukup sudah kegembiraan saat itu.
Dan setelah itu ,dengan adik pula kami ikut kembali pulang.
*Selamat menjalankan tugas *Mutiara* semoga sukses…

Setahun sesudah study banding, *Mutiara* mendapat tugas belajar untuk S1. di Magelang.
Dengan demikian *Cempaka* lebih banyak kesempatan bisa bertemu *Mutiara hatinya* disaat ada liburan.
Tapi sayang sampai saat itu *Cempaka* belum bisa bertemu dengan *Mutiara* yang satunya (*Mutiara junior*) .

Menurut kakaknya , (*Mutiara junior*) nanti kalau sudah tamat SMA, akan diusahakan bisa kuliah di Jawa agar dapat bertemu bundanya.
Dan benar juga *Mutiara junior* diterima Institut Pelayaran di Jakarta.
Hanya sayang karena peraturan di kampus terlalu ketat , maka kamipun susah untuk bisa bertemu disana. Sehingga selama *Mutiara junior* kuliah disana, *Cempaka* Bertemu cuma sekali, dan setelah itu berpisah lagi sampai sekarang.
Kakaknya mengabarkan pada Bundanya kalau *Mutiara junior* kini sudah diangkat sebagai PNS di jajaran Pemda.

Pada suatu ketika Allah memberi kesempatan saya dan *Cempaka* mengunjungi BaitNya, sungguh tak terbayangkan sebelumnya.
Dulu saat saya masih mengajar , ada siswa yang menanyakan penjelasan ayat yang ke 97 surat Ali Imran. ،:

ولله على الناس حج البيت *من استطاع إليه سبيلا.*
Fokus pertanyaan pada kalimat :
*من استطاع إليه سبيلا*
Saya katakan , mampu disitu meliputi , transportasi ada, rohani dan jasmani mendukung/sehat, ada bekal , termasuk ilmunya , dan aman, serta keluarga yang di tinggalkan yang jadi tanggungjawabnya tidak sampai kelaparan .
Dan perlu juga di perhatikan , bahwa dukungan utama yang sangat menunjang keberhasilan amalan haji dan umroh adalah bekal Taqwa.

Sehabis menjawab begitu pada siswa , saya jadi berpikir sendiri….
Terus kapan saya bisa menjadi tamu Allah……?, Sementara kondisi ekonomi saya kayak gini…?

Semua orang yang mengaku muslim, baik itu yang miskin, berkecukupan, apalagi yang kaya-raya .
Keinginan untuk bisa mengunjungi Baitullah pasti ada, baik itu lewat haji ataupun umroh .

Saya gak tahu bagaimana awalnya, cuma yang saya ingat *adik* dari *Cempaka* /adik ipar saya , pernah pinjam KTP saya, tapi tak menjelaskan keperluannya.
Saya baru tahu ketika tiba-tiba *Cempaka* menyampaikan berita dari adiknya yang berupa pertanyaan *”Apa kira-kira mas sudah siap berangkat tahun ini ?”*
Benar-benar bagaikan mimpi mendapat pertanyaan seperti ini.
Sempat gemetar juga saya mendengarnya.

Melihat saya agak bengong, *Cempakapun* melanjutkan kata-katanya *”kalau sudah siap, saya dan sampean agar segera melengkapi semua persyaratannya termasuk pasport , dan akan di antar adik ke kantor imigrasi.
Spontan kami sujud syukur walaupun belum pelaksanaannya . Berita itu bagiku sudah merupakan karunia besar.
Alhamdulillah ya Allah….
Tanpa bimbingan Mu ya Allah, tak mungkin ini akan terjadi.

2014 saya dan *Cempaka* memijakan kaki ditanah suci bersama rombongan dari Malang, Surabaya dan Gresik.
Ya Allah, begitu beda terasa dihati
Di sini aman tenteram nan damai.
Sesampai di hotel dan setelah pembagian kamar, kami agak terkejut, karena saya dan *Cempaka* menempati satu kamar hanya berdua.
Ternyata oleh adik ipar memang sengaja kami berdua di masukkan yang VIP, dengan tujuan agar kami bisa fokus beribadah , atau bisa kapan saja pergi kemasjid berdua tanpa harus menunggu yang lain (enten-entenan), karena kami pegang kunci sendiri….

Bersambung….

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed