Buktikan Keseriusan, Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang Sidak Tambang dan Stockpile Pasir

banner 300250

banner 300250

banner 300250


Lumajang, harianmerdekapost.com –
Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lumajang melalui pajak dan retribusi daerah perlu diupayakan dengan maksimal, ini ditunjukkan oleh Rombongan Komisi C DPRD Kabupaten Lumajang Senin (9/3/2020) saat melakukan Inspeksi mendadak (sidak) kesejumlah stockpile dan lokasi tambang yang ada di wilayah kecamatan Candipuro, rombongan sempat melakukan sidak di stockpile milik PT Kodok Nguntal Ulo (KNU) yang beralamat di desa Jarit Kecamatan Candipuro.

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C, H. Sutrisno beserta rombongan, dan saat berada dilokasi stockpile PT KNU, menemukan salah satu Dumd Truck bernopol AG 9743 UT saat melakukan pengiriman dari lokasi tambang yang berada di desa Jugosari tidak dilengkapi dengan SKAB.

“Ini pengiriman dari lokasi tambang ya, mana SKAB nya”,Tanya Sutrisno Ketua Komisi C kepada sopir dumd truck yang saat itu melakukan pengiriman pasir dari lokasi tambang.

Setelah sopir dumd truck tidak bisa menunjukkan SKAB, Sutrisno melarang sopir melakukan bongkar muat, dan kemudian mengajak sopirnya untuk turun, yang kemudian rombongan sidak tersebut dipertemukan dengan Budi selaku penanggung jawab stockpile PT KNU.

“Ya nanti SKAB nya menyusul, karena kendaraan yang bongkar muat ini adalah kendaraan milik pribadi PT KNU, bukan kendaraan umum”,Jelasnya.

Kemudian sidak Komisi C berlanjut ke stockpile terletak persis berhadapan dengan lokasi stokpile milik PT KNU, dari sidak tersebut Komisi C juga menemukan beberapa kendaraan yang masuk untuk melakukan pengiriman pasir dari lokasi tambang dengan juga tidak membawa Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) dari tambang.

“Beberapa kendaraan masuk tidak ada SKAB, bos anda adalah penadah 480, dan anda selaku ceker kena pasal 55, mana nomor hp bos mu”,Amuk Sutrisno kepada salah seorang pegawai yang berada di stockpile tersebut.

Sutrisno juga melarang melakukan penjualan pasir yang sudah menumpuk distockpile tersebut hingga permasalahan hukumnya harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Dari temuan ini, kami akan berkoordinasi Kepolisian Polres Lumajang, dan Kejaksaan negeri Lumajang”,Pungkasnya.
(fjr)

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed