Bukan Kehendak-Ku Tetapi Kehendak-Mu Yang Jadi.

Editor/Penulis : Amatus . Rahakbauw/K.

Berita338 Views

Selamat hari Natal, selamat hari kelahiran Juruselamat dan Tuhan kita Yesus Kristus. Kita adalah orang-orang yang sudah diselamatkan. Itu sebabnya hari ini kita bersukacita merayakan hari kelahiran Juruselamat, seorang Pribadi yang datang ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan kita yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Alkitab mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Waktu Allah mengutus Anak-Nya datang ke dalam dunia ini, Allah memberikan nama kepada Anak-Nya Keselamatan, Salvation, dalam bahasa Ibraninya adalah Yeshua, dalam bahasa Yunaninya adalah Soteria. Bukankah hal yang luar biasa, waktu Allah mengutus Anak-Nya datang ke dalam dunia ini, Allah memberikan nama kepada Anak-Nya demikian.

Keselamatan, Salvation, Yeshua, Soteria artinya bukan hanya sebatas memindahkan kita dari neraka ke Sorga, artinya bukan hanya sebatas memindahkan kita dari alam maut kepada hidup yang kekal, tetapi Keselamatan, Salvation, Yeshua, Soteria artinya to make well, to rescue from danger, to prosper.

Itu sebabnya waktu Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini, Injil mencatat Tuhan Yesus berjalan keliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan orang sakit, Tuhan Yesus membuat orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta tahir. Yesus menawarkan perlindungan; “Aku mau melindungi kamu seperti induk ayam yang melindungi anak-anaknya di bawah kepak sayapnya.” Kepada yang lapar, Tuhan Yesus memberi mereka makan.

Lebih dari pada itu Yesus mempersembahkan tubuh-Nya sebagai korban untuk semua dosa kita, supaya hari ini kita yang percaya kepada-Nya bukan hanya sehat, bukan hanya dilindungi dan diberkati berlimpah-limpah, melainkan juga supaya kita tidak binasa dan beroleh hidup yang kekal.

Betapa kasih yang luar biasa dari Allah buat kita, what a love, amazing love, magnificent love! Itu sebabnya tema Natal Bethesda Church tahun ini adalah The Story of Amazing Love. Natal adalah kisah tentang kasih Allah yang luar biasa buat kita (The Story of Amazing Love).

Melalui perayaan Natal hari ini, kita diajak untuk melihat dan mengalami bahwa kasih-Nya yang luar biasa selalu ada bersama-sama dengan kita, tidak pernah berubah dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Dan besok, kembali kepada mau menunjukkan kepada kita bahwa kita memiliki seorang Juruselamat yang selalu memiliki hati untuk menyelamatkan terutama orang-orang yang terhilang, orang-orang yang terbelakang dan orang-orang yang tidak diperhitungkan, The Lost, The Last, The least.

Di tengah situasi dunia yang gelap seperti sekarang, apapun keadaan kita, apapun tantangan yang kita hadapi, apapun keraguan yang ada di dalam pikiran dan hati kita hari ini, ketahuilah Allah sangat mengasihi kita. Kalau saja Allah tidak segan-segan memberikan yang paling Allah kasihi yaitu Anak-Nya kepada kita, apalagi yang lain. Yudas berkata, “Peliharalah dirimu dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.” Dan ini akan memberikan kekuatan kepada kita.

Siap untuk melihat dan mengalami kasih-Nya yang luar biasa? Filipi 2:5-8: 5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Alkitab mengatakan ketika Yesus datang ke dalam dunia ini, Yesus tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan Yesus mengosongkan diri-Nya menjadi sama dengan manusia, dan mengambil rupa bukan sebagai seorang raja, bukan sebagai seorang kaisar, tetapi Yesus mengambil rupa sebagai seorang hamba, seorang budak.

Yesus juga pernah berkata bahwa Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Itu sebabnya Yesus dilahirkan, Yesus dibesarkan dan Yesus melayani di antara orang-orang Israel. Orang-orang Israel juga sering disebut sebagai orang-orang Ibrani. Dengan kata lain, ketika Yesus ada di dalam dunia ini, Yesus adalah seorang hamba, seorang budak Ibrani.

Dan yang luar biasa di dalam Perjanjian Lama, ada satu hukum yang mengatur tentang hak seorang budak Ibrani, di dalam cerita ini kita bisa melihat tentang kasih Tuhan Yesus yang luar biasa buat kita. Keluaran 21:1-6: 1″Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka. 2Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa. 3Jika ia datang seorang diri saja, maka keluar pun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia. 4Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri. 5Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, 6maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup. Kita perhatikan baik-baik, di sini dikatakan bahwa apabila kamu mempunyai seorang budak Ibrani, maka haruslah dia bekerja padamu selama enam tahun, pada tahun yang ketujuh dia diizinkan keluar sebagai orang yang merdeka, bebas.

Kita perhatikan baik-baik, pada waktu Tuhan Yesus ada di taman Getsemani, pelayanan Tuhan Yesus di dunia ini sebagai seorang budak Ibrani sudah selesai, dan saat itu kondisinya Yesus juga ditolak oleh bangsa Israel. Saat itu adalah saat dimana Tuhan Yesus harus memutuskan, dan ini adalah hak-Nya Tuhan Yesus, Tuhan Yesus punya hak untuk memutuskan, apakah Tuhan Yesus melalui cawan-Nya atau Tuhan Yesus meminum cawan-Nya.

Saat itu adalah saat yang berat buat Tuhan Yesus untuk memutuskan, itu sebabnya Tuhan Yesus sampai menawar kepada Bapa-Nya, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu daripada-Ku, tapi bukan kehendak-Ku yang jadi tetapi kehendak-Mu yang jadi. Tahukah apa yang terjadi kalau Yesus lalui cawannya? Yesus kembali ke sorga, tetapi tanpa kita. Ingat kita harus mengerti, Yesus punya hak kembali ke Sorga tanpa kita!

Tetapi kabar baik buat kita, sebagaimana seorang budak Ibrani pada waktu dia bebas, dia punya hak untuk pergi sebagai orang merdeka, tetapi dia tidak mau mempergunakan haknya untuk pergi sebagai orang merdeka, yang pertama karena dia mengasihi tuannya, yang kedua karena dia mengasihi isterinya dan anak-anaknya, demikian juga dengan Tuhan Yesus, Dia punya hak untuk melalui cawan-Nya, pulang ke Sorga tanpa kita, tetapi Tuhan Yesus tidak mau mempergunakan hak-Nya.

Yang pertama karena Tuhan Yesus mengasihi Bapa-Nya, itu sebabnya Yesus mau hanya kehendak Bapa-Nya yang terjadi. Dan satu hal lagi, Yesus bukan hanya mengasihi Bapa-Nya, Tuhan Yesus juga mengasihi mempelainya, itu sebabnya Yesus berkata, “Bukan kehendak-Ku tetapi kehendak-Mu yang jadi, Tuhan Yesus mengambil keputusan minum cawan-Nya.”

Di saat Tuhan Yesus mengambil keputusan minum cawan-Nya, sebagaimana seorang budak Ibrani pada saat dia bebas, dia punya hak untuk pergi tetapi dia tidak mau pergi karena dia mencintai tuannya, dia mencintai isterinya dan anaknya, maka tuannya membawa dia ke hadapan Allah, kemudian membawanya ke tiang pintu, menusuk telinganya, budak itu rela telinganya ditusuk, darahnya tercurah, dan budak itu melayani tuannya dan tetap bersama-sama dengan isterinya dan anak-anaknya selama-lamanya.

Demikian juga ketika Tuhan Yesus mengambil keputusan untuk minum cawan-Nya, karena Tuhan Yesus mengasihi Bapa-Nya dan mempelai-Nya, yaitu kita, apa yang terjadi dengan Tuhan Yesus? Tuhan Yesus rela ditusuk kepala-Nya, tangan-Nya, kaki-Nya, lambung-Nya, karena Tuhan Yesus tahu kalau Tuhan Yesus mengambil keputusan ini, minum cawan-Nya, Tuhan Yesus bisa kembali ke Sorga bersama-sama dengan kita selama-lamanya! Hallelluia!

What a love, amazing love, magnificent love! Inilah kisah tentang kasih Allah yang luar biasa. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Allah begitu mengasihi kita, Tuhan Yesus begitu mengasihi kita. Di tengah-tengah situasi dunia yang gelap seperti sekarang ini kita harus tetap percaya dan memiliki kesadaran betapa Allah mengasihi kita, betapa Tuhan Yesus mengasihi kita. Kasih-Nya tidak pernah berubah dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Roma 8:32: 32Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Apakah hal yang paling berharga buat seorang bapa? Anak, anak adalah hal yang paling berharga buat seorang bapa. Kalau yang paling berharga buat kita misalnya jam tangan, lalu kita kasih jam tangan kepada orang lain, apalagi yang lain, kalau ia meminta dasi kita, pasti kita berikan. Jangankan dasi, yang paling berharga yaitu jam saja kita kasih.

Itu sebabnya melalui perayaan Natal hari ini, sekalipun sekarang kita ada di tengah-tengah situasi dunia yang gelap, kita kembali diingatkan kalau saja yang paling berharga buat Bapa di Sorga yaitu Anak-Nya, Allah tidak segan-segan, Allah tidak menyayangkan, Allah berikan buat kita, apa lagi yang lain; kesembuhan, kesehatan, perlindungan, berkat, segala sesuatu yang kita butuhkan pasti dikaruniakan kepada kita.

Yudas 1:21: 21Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Di sini dikatakan, “Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah”, dengan kata lain kita harus selalu memiliki kesadaran bahwa betapa Allah mengasihi kita. Kita harus selalu memiliki kesadaran bahwa saya orang yang paling dikasihi Allah.

Bukan memiliki kesadaran betapa saya mengasihi Tuhan, tetapi memiliki kesadaran betapa Tuhan mengasihi saya. Ini adalah cara yang terbaik untuk menghadapi situasi dunia yang gelap seperti sekarang ini, termasuk cara yang terbaik untuk menutup tahun ini dan masuk tahun yang baru, dengan memiliki kesadaran bahwa Allah begitu mengasihi saya.

Nikodemus berkata, “Rabi kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah, sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”

Kemudian Yesus menjawab, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Banyak orang yang mengetahui ayat ini, tetapi tidak mengetahui apa kalimat berikutnya.

Kalimat berikutnya mengatakan, “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” Bukan untuk menghakimi tetapi untuk menyelamatkan, bukan untuk menghakimi tetapi untuk menyelamatkan kita.

Menyelamatkan bukan hanya berbicara kita pindah dari neraka ke sorga. Ya, sorga adalah kepastian buat kita. Menyelamatkan artinya to make well, to rescue from danger, to prosper. Itu sebabnya waktu Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini Injil mencatat Tuhan Yesus berjalan keliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan orang sakit, Tuhan Yesus membuat orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta tahir. Yesus menawarkan perlindungan, “Aku mau melindungi kamu seperti induk ayam yang melindungi anak-anaknya di bawah kepak sayapnya.” Kepada yang lapar, Tuhan Yesus memberi mereka makan.

Lebih dari pada itu Yesus mempersembahkan tubuh-Nya sebagai korban untuk semua dosa kita, supaya hari ini kita yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Inilah kasih Tuhan yang luar biasa, buat kita, what a love, amazing love, magnificent love!

Dan kasih-Nya tidak pernah berubah dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Kasih-Nya sudah dinyatakan selagi kita masih berdosa, terlebih lagi sekarang kita yang sudah diperdamaikan dan dibenarkan, kita pasti diselamatkan. Di tengah situasi dunia yang gelap seperti sekarang ini, Tuhan Yesus akan menyelamatkan kita dari situasi dan keadaan yang buruk, dan Tuhan Yesus akan mengubahkan semua yang buruk menjadi berkat dan kebaikan yang besar dalam hidup kita.