BPBD Pasuruan: Sedia Payung Sebelum Hujan Itu Lebih Maslahat Daripada Ketika Hujan Sibuk Mencari Payung

banner 300250

banner 300250

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jatim – Setiap musim penghujan tiba, khususnya di wilayah kabupaten Pasuruan selalu diikuti ragam dampak yang ditimbulkan diantaranya musibah banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan pohon tumbang. Untuk meminimalisir perihal tersebut diperlukan berbagai kesiapan. Selain penyediaan sarana alat dan peralatan untuk disiagakan maupun upaya pencegahan, kesiapan masyarakat juga diperlukan, sehingga resiko bencana dapat diminimalisir.

Hal itu disampaikan Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dimas Kris Asmoro menegaskan, bahwa BPBD selama ini selalu bersinergi dengan pemerintahan desa yang rawan terdampak bencana dengan melakukan sosialisasi dan edukasi antisipasi bencana Kabupaten Pasuruan, dihadapan perwakilan masyarakat desa tangguh bencana di pendopo balai desa Bulusari, kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, Jum’at (07/10/2022).

“Karenanya datangnya bencana ini tidak bisa diprediksi, tapi dampaknya ke masyarakat besar dan bencana itu tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pemerintah,” paparnya, saat menjadi pembicara.

Menurutnya Kabupaten Pasuruan ini rawan bencana, “Karenanya lebih baik mencegah dan ini upaya mitigasi bencana dan akan terpola dalam kesatuan program. Untuk mencegah dan mengantisipasi, harus melibatkan semua pihak, karena bencana sendiri tidak pernah pilih-pilih korban,” terangnya.

Senada juga apa yang di sampaikan Oleh Habibi, sebagai narasumber dari unsur Pers, bahwa pengurangan resiko bencana di titik beratkan pada upaya pencegahan. “Dengan upaya pencegahan bisa mengurangi dampak resiko terjadinya bencana. Hal ini yang harus menjadi perhatian, dan ada beberapa program pemerintah yang sudah terealisasi seperti TPS dan Gorong-gorong yang ada di Bulusari, dengan (TPS) tempat pembuangan sampah warga tidak buang sampah sembarang, dengan gorong gorong air tidak meluber kemana mana. ” tandasnya, saat hadiri acara tersebut.

Sementara itu, wakil ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU) Pasuruan, Aris, “tujuan dilakukannya sosialisasi ini guna memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait potensi bencana yang ada di sekitarnya, supaya ada upaya masyarakat untuk bagaimana mengurangi resiko bencana yang ada di desa Bulusari, salahsatunya mungkin dengan cara membuat tandon (embung) tadah hujan, karena sifatnya yang terjadi di desa Bulusari kekeringan air, mumpung saat ini musim hujan, seperti contohnya di Gresik. ” Ungkapnya.

Peran serta semua pihak juga sangat di butuhkan, karena terkait bencana adalah tanggung jawab bersama. “Penanggulangan bencana ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan juga dukungan partisipasi dan peran serta lembaga, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat. “Ucapnya.

Untuk itu, Aris juga menyampaikan, pentingnya koordinasi dan evaluasi dalam penanganan bencana di desa Bulusari.

“Maka penting bagi pemangku kepentingan, baik Pemerintah desa maupun organisasi masyarakat dalam menyusun garis kebijakan yang efektif dalam penanggulangan bencana berdayakan semua pihak baik cara pelaporannya dan penanganannya,” tutur Wakil ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU) Pasuruan.

Ketika acara sosialisasi selesai ,Tim media harian merdeka post menemui tokoh agama desa Bulusari kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan Syech Maulana Subchan AS Shiddiqih untuk meminta komentar, menjelaskan menurut hemat kami dalam rangka menjelang musim penghujan tahun ini tidak cukup dilakukan upaya lahiriyah semata tapi upaya lahiriyah bathiniyah harus kita lakukan bebarengan yakni bermunajad bersama kepada Sang Pemilik Kehidupan demi meminimalisir dampak yang akan ditimbulkan pada musim penghujan tahun ini apapun argumentasinya kita sebagai pribadi muslim tidak boleh pernah meremehkan kedasyatan sebuah Do’a .Tuturnya!!. ( Budhi H).

banner 300250