Bojonegoro Persiapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

banner 300250

Bojonegoro, harianmerdekapost.
com – Pemkab Bojonogoro lakukan akselerasi implementasi smart city dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) bersama Dirjen Aplikasi Teknologi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, di ruang Angling Dharma,Rabu (26/02/2020).

banner 300250

banner 300250

Kegiatan ini dihadiri Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, Wakil Bupati Budi Irawanto, Sekretaris Daerah Nurul Azizah, Dirjen Aplikasi Teknologi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (RI) Semuel Abrijani Pangerapan, Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bojonegoro Kusnandaka Tjatur, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat se- Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bojonegoro Anna Muawannah menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk pencapaian akselerasi data. “Mau tidak mau, siap atau tidak siap yang namanya sistem pemerintah yang berbasis elektronik (SPBE) harus tetap kita dorong dan persiapkan

,” tegas Bupati. Dijelaskan, selain sarana dan prasarana yang dapat terimpretasikan dengan kebijakan Kementerian Kominfo maka sumber daya manusia (SDM) sebagai operator yang menjalankannya harus disiapkan juga. “Kalau sarana dan prasarana saja yang kita siapkan.

Sedangkan SDMnya tidak siap, termasuk masyarakatnya juga tidak membuka diri dengan kebijakan itu maka yang menjadi cita-cita kita bersama bahwa sistem pemerintah yang berbasis elektronik (SPBE) tidak mencapai angka maksimal.

,” ujarnya. Menurut Bupati Anna, tiga komponen yaitu sarana dan prasarana, Masyarakat, serta SDM harus menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk menuju sistem pemerintah yang berbasis elektronik (SPBE). “

Untuk menyiapkan SDM yang berkualitas Pemkab Bojonegoro bekerja sama dengan AWS (Amazon Web Service) dan kami juga sudah melakukan audiensi serta pemetaan yang InsyaAllah bulan Maret akan melaksanakan bimbingan beberapa kelas.

Yaitu kelas TOT untuk gurunya, dan kelas start up untuk para millenial. Itu semua pemkab lakukan untuk mendorong akses ekonomi, pendidikan, termasuk akses kebudayaan yang ada di Bojonegoro,” jelas Bupati.

Sementara itu Dirjen Aplikasi Teknologi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (RI) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, Transformasi digital mau tidak mau harus terjadi, dan pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Bojonegoro karena memiliki pemimpin yang paham kedepanya harus bagaimana.

“Dan Bojonegoro memilih untuk merencanakan apa yang akan dilakukan untuk kedepannya,” ucapnya. Ditambahkan, bahwa di Indonesia data pengguna internet mencapai 65 % dan bisa dikatakan masyarakat Indonesia sudah memperluas realitasnya masuk dalam ruang digital.

“Karena ada tiga pilar yang penting dalam transformasi digital yaitu masyarakat, bisnis, dan pemerintahan. Masyarakat itu sendiri harus dikembangkan dan diberdayakan agar masuk dalam ruang baru yaitu ruang digital, begitupun juga bisnis dan pemerintahan harus bertransformasi menuju digital ekonomi dan digital goverment,” ujarnya. (jurnalis abq/team )

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed