oleh

Berdalih Salah Teknis Pembuatan Jalan Menuju Hutan, Kades Di Tulung Agung Rugikan Warganya Hingga Ratusan Juta Rupiah

banner 300250

Harianmerdekapost.com-Tulung Agung. Seorang Kepala Desa yang Jabatannya dipilih oleh masyarakat, seharusnya mempunyai kewajiban untuk melindungi warganya dari segala macam bentuk tatanan Desa dan kewenangannya.

Foto kuasa hukum dan tim LBH

Seperti yang dialami oleh Ahli Waris dari Mbah Sodimedjo Solosono yang lahannya terletak di Dusun Kuning, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulung Agung tiba-tiba digusur tanpa izin oleh Kepala Desa setempat. Alhasil dari penggusuran lahan tersebut, semua pohon yang tumbuh diatasnya tertebang habis. Sehingga, pihak Ahli Waris mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.



banner 300250
Foto Ibu Lilik sunarti

Penggusuran lahan yang dilakukan secara brutal dan tanpa adanya musyawarah dengan pihak terkait oleh seorang pemangku kebijakan di tahun 2016 itu untuk pembuatan Jalan menuju hutan yang diduga hanya untuk kepentingan pribadi para pejabat, bukan untuk jalan umum yang biasa dilalui masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.

Diketahui, didalam hutan tersebut tumbuh pohon-pohon, termasuk pohon jati dan pohon sengon yang diduga milik pejabat setempat, termasuk sebagian milik dari salah satu Anggota DPRD setempat.

Ibu Lilik selaku Ahli Waris yang ditemui oleh harianmerdekapost.com. mengungkapkan, pihaknya sudah merawat tanah tersebut kurang lebih 80 tahun. Tetapi di tahun 2016 tanah itu tiba-tiba digusur tanpa izin dan tanpa koordinasi dengan pihak Ahli Waris. Sehingga pohon-pohon yang tumbuh diatasnya, termasuk pohon jati dibabat habis.

“Saya selaku Ahli Waris sudah merawat tanah peninggagalan kakek saya kurang lebih 80 tahuh mas, kok tiba-tiba di tahun 2016 tanah tersebut digusur tanpan izin dan tanpa koordinasi dengan pihak kami. Dan semua pohon diatasnya, termasuk pohon jati di babat habis,” kata Ibu Lilik, Kamis (23/9/21).

Selanjutnya, pihak Ahli Waris menanyakan ihwal penggusuran tanah tersebut kepada Kepala Desa setempat. Namun, Kepala Desa dengan mudahnya menjawab, bahwa hal tersebut hanyalah kesalahan teknis.

“Saya langsung mendatangi Kepala Desa dan menanyakan penggusuran tanah itu, dan Kepala Desa hanya mengatakan ada kesalahan teknis,” lanjutnya.

Dari kejadian itu, pihak Ahli Waris mengalami kerugian sebesar lebih dari 300 juta rupiah. Pihaknya berharap adanya keadilan dan segera menemukan titik temu, mengingat kejadian tersebut sudah lama.

“Kami dari Ahli Waris mengalami kerugian 300 juta lebih, dan berharap adanya sebuah keadilan untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah berjalan 5 tahun ini secapatnya”, imbuhnya.

Sementara, Achmad Shodiq, SH. MH. selaku Kuasa Hukum dari Ahli Waris menguraikan kapada harianmerdekapost.com. tentang kronologi Perkara tanah milik Ahli Waris dari Mbah Sodimedjo Solosono yang terletak di Dusun Kuning, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulung Agung.

“Ketika tanggal 12 di bulan November di tahun 2016, Kepala Desa mendatangkan buldoser tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu dengan warga juga dengan pihak Ahli Waris. Pada hari selanjutnya, ditanggal 13 dilakukan penebangan pohon jati dan pohon kelapa yang jumlahnya ratusan. Kemudian pihak Ahli Waris mendatangi Kepala Desa yaitu Bapak Sujarwo, dan pihak Ahli Waris juga sudah melakukan Gugatan kepada Bapak Sujarwo di Pengadilan Negeri Tulung Agung,” urai Shodiq.

Masih kata Shodiq. “Pada surat gugatan pertama, Kepala Desa menjawab bahwa itu adalah kesalahan teknis. Pihaknya berfikir pernyataan yang disampaikan Kepala Desa tersebut, hanyalah sebuah alasan. Tetapi, faktanya dilapangan sampai saat ini selama lima tahun Pembangunan Jalan tetap berlanjut,” katanya.

Shodiq menambahkan, ditanggal 17 Desember 2016 pihak Ahli Waris dan Kuasa Hukumnya mengadakan rapat di Kantor Desa bersama perangkat Desa setempat. Dari hasil rapat tersebut ditemukan bukti Surat Petok D, Buku Krawangan dan Buku Desa yang terkait dengan Agraria. Di Buku Desa cukup jelas bahwa Persil 35 adalah milik Almarhum Sodimedjo solosono.

“Kita selaku Kuasa Hukum dan pihak Ahli Waris pada tanggal 17 Desember 2016 mengadakan rapat di Kantor Desa. Disitu kita temukan bukti-bukti seperti, Petok D, Buku Krawangan dan Buku Desa yang terkait dengan Agraria bahwa Persil 35 adalah milik Almarhum Sodimedjo Solosono” tutupnya. (Hmp tim/ Bambang)

banner 300250

banner 300250

banner 300250

WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(1)(1)(2)
WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(2)(1)
IMG-20211013-WA0008
WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(1)(1)(2) WhatsApp Image 2021-10-16 at 01.27.47(2)(1) IMG-20211013-WA0008


No Slide Found In Slider.

News Feed